Usai Diklat, Wamenhaj Minta Petugas Haji Jangan Berhenti Jaga Kebugaran
SinPo.id - Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, meminta seluruh peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 2026 untuk terus menjaga kebugaran fisik. Hal ini penting, mengingat petugas haji akan bekerja melayani jemaah selama puluhan hari.
"Karena kan jadwal waktu akan bertugas itu sekitar 3 bulan atau 4 bulan, karena teman-teman (PPIH) sebagian akan berangkat di bulan April, dan Mei, kemungkinan baru kembali di sekitar bulan Juni. Jadi jemaah yang terakhir nanti di bulan Juni, teman-teman baru kembali ke Indonesia. Jadi rata-rata bertugas itu 70 harian, 70 sampai dengan 75," kata Dahnil dalam kegiatan fun walk PPIH di sekitar Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu, 24 Januari 2026.
Menurut Dahnil, kebiasaan baru yang positif para petugas selama mengikuti diklat, harus terus dipertahankan. Sebab, kesiapan fisik merupakan aspek penting dalam menjalankan tugas pelayanan jamaah haji.
"Memang salah satu yang mandatori itu vaksin, jadi peserta harus vaksin. Saya justru semakin optimis. Mudah-mudahan di minggu terakhir diklat ini semuanya semakin baik, semakin kompak, semakin disiplin, semakin bugar, kapasitas fikih hajinya meningkat, dan kemampuan bahasa Arab Amiyah-nya juga semakin baik," ujar Dahnil.
Di sisi lain, Dahnil mengingatkan agar aktivitas fisik disesuaikan dengan kapasitas dan stamina masing-masing peserta. Yang terpenting, petugas haji selalu konsistensi menjaga kebugaran.
Mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah ini menyampaikan, rangkaian kegiatan fisik selama 20 hari diklat merupakan stimulus untuk membangun kebiasaan baru. Kebiasaan ini harus terus dijaga meski memasuki bulan Ramadan dan saat sudah bertugas di Arab Saudi.
"Dua puluh hari ini adalah stimulus untuk membangun habitus baru. Harapannya setelah selesai, teman-teman bisa menjaga kebiasaan itu, saling mengontrol melalui grup, saling mengingatkan kebiasaan-kebiasaan baik," tutupnya.

