Hadapi Banjir, DKI Siapkan 386 Lokasi Pengungsian dan 67 Ribu Peralatan Darurat
SinPo.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan ratusan lokasi pengungsian dan puluhan ribu peralatan darurat untuk menghadapi dampak banjir di sejumlah wilayah Ibu Kota.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengatakan kesiapsiagaan logistik menjadi prioritas dalam penanganan warga terdampak bencana.
“Pemprov DKI sudah menyiapkan seluruh skenario penanganan jika terjadi banjir, termasuk pengungsian dan pemenuhan kebutuhan dasar warga,” kata Rano saat meninjau lokasi pengungsian di Rusunawa KS Tubun dan Masjid Jami Al Fudhola, Jakarta Barat, Jumat, 23 Januari 2026.
Rano menyebut Pemprov DKI telah menyiapkan 386 lokasi pengungsian yang tersebar di masjid, sekolah, gelanggang olahraga, dan RPTRA.
Selain itu, kata dia, sebanyak 67.204 peralatan darurat disiagakan dan telah didistribusikan ke 187 kelurahan, yakni perahu karet, tenda pengungsian, genset, pelampung, biskuit, serta makanan siap saji.
Di Jakarta Barat, kata dia, jumlah pengungsi di Rusunawa KS Tubun tercatat sebanyak 58 jiwa, sementara di Masjid Jami Al Fudhola sebanyak 60 jiwa. Rano memastikan bantuan bagi warga terdampak telah disalurkan sesuai prosedur tetap lintas perangkat daerah.
“Untuk bantuan, semuanya sudah sesuai protap. Dinas Sosial turun, dapur umum tersedia, dan makanan bayi juga disiapkan,” tutur dia.
Rano juga menyampaikan, Dinas Sosial DKI Jakarta, telah mengoperasikan dapur umum di lokasi pengungsian dan menyediakan makanan siap saji serta kebutuhan khusus bagi kelompok rentan.
Dia menjelaskan, kendati potensi banjir telah diprediksi sejak awal, ketinggian air tetap sulit dipastikan karena bergantung pada curah hujan.
“Kami sudah memprediksi banjir akan terjadi, hanya saja tingkat ketinggiannya tidak bisa ditentukan,” ujar Rano.
Lebih lanjut, Rano juga mengapresiasi kerja petugas Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta yang bekerja hingga dini hari untuk mengendalikan genangan. Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi faktor penting dalam penanganan banjir.
“Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat harus berjalan bersama-sama. Itu kuncinya,” ungkapnya.
Rano menambahkan, Pemprov DKI untuk rencana jangka pendek terus mengoptimalkan pengoperasian pompa air dan operasi modifikasi cuaca bekerja sama dengan BMKG dan TNI AU.
"Selama periode cuaca ekstrem, sebanyak 779 unit pompa mobile dan stasioner dimobilisasi di titik-titik rawan genangan," imbuh dia.
Sedangkan untuk jangka panjang, Rano menyebut normalisasi sungai, seperti Sungai Ciliwung dan Kali Krukut, tetap menjadi solusi utama meskipun membutuhkan waktu panjang.
“Normalisasi sungai tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat karena tantangannya bukan hanya pembebasan lahan, tetapi juga kesiapan masyarakat,” tandasnya.

