Pencalonan Thomas Djiwandono, DPD: Yang Penting Tidak Ada Konflik Kepentingan

Laporan: Juven Martua Sitompul
Jumat, 23 Januari 2026 | 20:26 WIB
Thomas Djiwandono (SinPo.id/ Dok. Kemenkeu)
Thomas Djiwandono (SinPo.id/ Dok. Kemenkeu)

SinPo.id - Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menilai tak ada yang salah dari pencalonan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sebagai kandidat Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Sultan menyebut pencalonan itu sah sekalipun Thomas merupakan keponakan dari Presiden Prabowo Subianto. Terpenting, pencalonan itu tidak boleh ada conflict of interest atau konflik kepentingan.

"Yang penting tidak ada conflict of interest. Saya dengar juga tidak di partai politik lagi, itu yang paling penting," kata Sultan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 23 Januari 2026.

Di samping dari itu, Sultan mengingatkan Bank Indonesia untuk memastikan fungsi independennya tetap berjalan dan mampu menjaga kondisi moneter Indonesia. Dengan pertumbuhan ekonomi yang baik, kata dia, angka pengangguran akan semakin menurun.

"Kita ya, sebagai teman dan sahabat sih, ya (pencalonan Thomas) baik saja, baik," kata dia.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sebelumnya menyatakan nama Wamenkeu Thomas Djiwandono menjadi salah satu kandidat pengganti Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Prasetyo menjelaskan bahwa munculnya nama Thomas berawal dari adanya surat pengunduran diri yang dilayangkan oleh Deputi Gubernur BI Juda Agung.

"Jadi berkenaan dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia, itu bermula dari adanya surat pengunduran diri dari salah satu Deputi Gubernur," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 19 Januari 2026.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI