Legislator Minta Proyek Jalan Tol Disiapkan dengan Perencanaan Komprehensif
SinPo.id - Anggota Komisi V DPR RI Sofwan Dedy Ardyanto, meminta agar proyek jalan tol disiapkan melalui perencanaan komprehensif sejak awal, mulai dari desain teknis, pemetaan kondisi lapangan, hingga mitigasi risiko perubahan di tengah pelaksanaan proyek.
Menurutnya, perencanaan yang tidak matang dalam pembangunan infrastruktur skala besar, dinilai berpotensi menimbulkan pembengkakan biaya dan persoalan lanjutan di kemudian hari.
“Kalau perencanaan awalnya tidak detail dan tidak matang, maka di tengah jalan akan muncul banyak penyesuaian. Itu yang kemudian berdampak pada penambahan biaya,” kata Sofwan, dalam keterangan persnya, Jumat, 23 Januari 2026.
Ia pun menilai, perubahan desain dan penyesuaian teknis yang sering terjadi dalam pembangunan jalan tol menunjukkan masih adanya kelemahan pada tahap perencanaan, dan hal itu dapat meningkatkan beban pembiayaan proyek.
Sehingga dibutuhkan perencanaan yang matang dan akurat sejak awal agar tidak memperpanjang waktu pengerjaan yang akan berdampak pada keuangan negara dan masyarakat sebagai pengguna infrastruktur.
Selain itu, pihaknya juga menyoroti aspek nonteknis yang kerap menjadi hambatan pembangunan, yakni pembebasan lahan. Menurutnya, persoalan tersebut sering kali tidak dikelola dengan pendekatan yang sensitif terhadap kondisi sosial masyarakat.
“Masalah pembebasan lahan bukan hanya soal regulasi, tetapi juga soal rasa keadilan masyarakat. Ketika penerapannya kaku, potensi konflik sosial sangat besar,” tegasnya.
Oleh karena itu, Sofwan mendorong adanya koordinasi lintas kementerian dan lembaga, khususnya antara Kementerian PUPR, Kementerian ATR/BPN, dan pemerintah daerah. Sementara Komisi V DPR akan melakukan fungsi pengawasan agar pembangunan berjalan tepat waktu dan efisien.
“Pengawasan ini kami lakukan agar pembangunan jalan tol benar-benar memberi manfaat, tidak boros anggaran, dan tidak menimbulkan persoalan sosial di kemudian hari,” katanya menambahkan.

