Wagub DKI Ajak Rabithah Alawiyah Ambil Peran Jelang 500 Tahun Jakarta

Laporan: Sigit Nuryadin
Kamis, 22 Januari 2026 | 20:39 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)

SinPo.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengajak Rabithah Alawiyah terlibat aktif dalam agenda besar menuju peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027. 

Menurut Rano, organisasi keagamaan memiliki posisi penting dalam menjaga kohesi sosial di tengah transformasi Jakarta menuju kota global.

“Jakarta tidak hanya dibangun lewat infrastruktur, tetapi juga melalui kekuatan sosial dan spiritual masyarakatnya,” kata Rano saat membuka Musyawarah Kerja Wilayah Rabithah Alawiyah Dewan Pengurus Wilayah DKI Jakarta Tahun 2026 di Jakarta Selatan, Kamis, 22 Januari 2026.

Rano menyebut Rabithah Alawiyah sebagai bagian dari sejarah panjang Jakarta sejak hampir satu abad lalu. Karena itu, dia berharap organisasi tersebut dapat menghadirkan kontribusi konkret yang relevan dengan tantangan masyarakat perkotaan saat ini.

“Momentum 500 tahun Jakarta hanya terjadi sekali. Saya berharap Rabithah Alawiyah menyiapkan program yang matang dan bermakna, bukan sekadar seremonial,” tuturnya. 

Menurut Rano, pembangunan Jakarta sebagai kota global membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif, berkarakter, dan memiliki fondasi moral yang kuat. Dalam konteks itu, lanjutnya, peran organisasi keagamaan dinilai strategis untuk membantu masyarakat menyikapi perubahan sosial secara bijak.

Dia menyoroti sejumlah kegiatan Rabithah Alawiyah yang selama ini berjalan, mulai dari pendidikan kader ulama, pemberian beasiswa, layanan kesehatan gratis, hingga bantuan kemanusiaan. Program-program tersebut, kata dia, menjadi contoh kontribusi nyata organisasi kemasyarakatan dalam pembangunan.

“Kerja-kerja sosial seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan Jakarta yang masyarakatnya majemuk dan dinamis,” ujar Rano.

Rano juga mengapresiasi peran Rabithah Alawiyah dalam menjaga persaudaraan di tengah keberagaman ibu kota. Dia menilai upaya merawat ukhuwah Islamiyah tanpa membedakan latar belakang menjadi modal sosial penting bagi stabilitas Jakarta.

Pemprov DKI, kata Rano, berkomitmen membuka ruang kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan. Dia berharap Kolaborasi tersebut dapat memperkuat pembangunan Jakarta yang inklusif dan berkeadaban.

“Musyawarah ini semestinya menjadi ruang refleksi untuk menyusun program yang selaras dengan kebutuhan umat dan arah pembangunan Jakarta ke depan,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI