Disingkirkan Tunggal Singapura, Ubed: Saya Agak Tegang Bermain di Istora

Laporan: Tio Pirnando
Kamis, 22 Januari 2026 | 18:27 WIB
Pemain tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah. (SinPo.id/dok. PBSI)
Pemain tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah. (SinPo.id/dok. PBSI)

SinPo.id - Langkah tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah alias Ubed, harus terhenti di babak 16 besar Daihatsu Indonesia Masters 2026, usai kalah dua gim langsung dari wakil Singapura, Loh Kean Yew, pada pertandingan yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026.

Pada gim pertama, Ubed terlihat mampu memberikan perlawanan atas serangan Loh Kean Yew. Ubed tampil cukup berani dan sempat unggul dalam perolehan poin awal. 

Ia bahkan sempat memimpin 4-3 sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan lawan dengan skor tipis 19-21 dalam gim pertama.

Memasuki gim kedua, pengalaman dan kesiapan Loh Kean Yew mulai terlihat. Pebulutangkis peringkat 10 dunia tersebut mampu mengontrol dan mendominasi jalannya pertandingan. Ubed kesulitan keluar dari tekanan hingga akhirnya harus menyerah 10-21, sekaligus mengakhiri langkahnya di turnamen BWF World Tour Super 500 ini.

Usai pertandingan, Ubed mengakui bahwa Loh Kean Yew tampil lebih siap dibandingkan pertemuan terakhir mereka di ajang SEA Games 2025 Thailand. Di mana Ubed mampu meraih kemenangan dua gim langsung pada babak perempat final.

"Pasti ada perbedaan. Hari ini dia terlihat lebih siap dan tidak mau kalah. Di poin-poin kritis, seperti saat skor 19 sama di gim pertama, dia benar-benar menunjukkan tekadnya untuk tidak menyerah," kata Ubed.

Menurut Ubed, perbedaan utama antara pertandingan di SEA Games dan di Daihatsu Indonesia Masters terletak pada kondisi mental serta situasi pertandingan. Pada laga sebelumnya dirinya bisa bermain lebih lepas, sementara kali ini tekanan pertandingan di Istora cukup memengaruhi fokusnya.

Dalam evaluasinya, Ubed mengakui masih kalah dari sisi pengalaman jika dibandingkan dengan Loh Kean Yew. Hal tersebut terlihat dari kemampuan lawan dalam mengatur tempo permainan dan mengendalikan situasi saat berada di bawah tekanan.

"Mungkin kalau dibilang, saya masih kalah pengalaman. Saya belum bisa benar-benar melawan tempo permainan dia. Di SEA Games dulu saya bisa main lebih lepas, sementara di sini mungkin agak tegang, apalagi main di Istora dengan banyak penonton," kata pebulutangkis berusia 17 tahun itu.

Kendati demikian, Ubed menilai pertandingan ini tetap memberikan banyak pelajaran berharga. Ia mengaku mendapatkan pengalaman penting terkait pengaturan tempo, kontrol permainan, serta cara menghadapi lawan yang lebih matang secara teknis maupun mental.

"Ada hal positif yang saya dapat. Saya belajar dari dia bagaimana cara menaikkan tempo permainan. Lalu, saat sedang tertinggal, bagaimana tetap bisa mengontrol lawan dengan mengatur pukulan, buangan, dan kecepatan," kata peraih medali perak SEA Games 2025 Thailand tersebut.

Terkait target, Ubed secara terbuka mengakui bahwa pencapaiannya di Daihatsu Indonesia Masters 2026 belum sesuai harapan. Pemain PB Djarum itu menargetkan setidaknya mampu melangkah ke perempat final atau bahkan melaju lebih jauh, mengingat turnamen ini digelar di hadapan publik sendiri.

"Kalau sesuai target, memang belum tercapai. Sebelum turnamen ini saya sudah diskusi dengan pelatih, targetnya kalau bisa masuk perempat final atau tembus lebih jauh," kata Ubed.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI