Bencana di Kawasan Wisata, DPR Tekankan Pentingnya Siapkan Program Preventif
SinPo.id - Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini, menyinggung pengelolaan lingkungan yang dinilai masih bersifat reaktif. Padahal, banyak bencana di kawasan wisata terjadi karena negara terlambat melakukan pencegahan.
Sehingga, pihaknya menekankan pentingnya menyiapkan program-program preventif dalam menjaga alam, bukan sekadar penanganan darurat setelah kerusakan terjadi.
“Kita sering baru bergerak setelah bencana terjadi. Ironinya, negara gurun (middle east) yang kering saja justru sangat peduli menjaga kelestarian lingkungannya dibanding negara kita yang sudah dianugerahi Tuhan, kaya akan alam,” kata Novita, dalam keterangan persnya, Kamis, 22 Januari 2026.
Ia pun mendorong agar Kementerian Pariwisata memiliki visi jangka panjang agar Indonesia bisa menjadi Global-Hub tourism seperti negara-negara Timur Tengah yang secara konsisten membangun industri pariwisata secara berkelanjutan.
Menurutnya, pengembangan pariwisata nasional harus diarahkan pada optimalisasi yang berbasis sistem tata ruang ekologis dan zonasi yang jelas, sekaligus zonasi dan aturan jelas batas harga terendah dan tertinggi produk UMKM lokal di sekitar pariwisata.
“Indonesia punya peluang besar menjadi global hub tourism bagi wisatawan asing dengan keperluan yang berbeda-beda. Ada yang suka alam, ada yang suka budaya, ada yang suka berbisnis," ungkapnya.
"Maka masing-masing preferency kebutuhan wisatawan adalah dasar grand design zonasi wisata berbasis pengalaman wisata. Tidak hanya sekedar proyek event dan branding saja," kata Novita menambahkan.
Terakhir, pihaknya menegaskan bahwa pariwisata berkelanjutan bukan sekadar slogan, melainkan pilihan strategis agar Indonesia tidak hanya ramai dikunjungi, tetapi juga dihormati sebagai destinasi kelas dunia.
“Pariwisata harus dibangun dengan visi jangka panjang, bukan sekadar promosi. Kalau fondasinya kuat, branding akan datang dengan sendirinya,” tutupnya.

