PM Greenland Tak Tutup Kemungkinan Invasi AS, Eropa Bersatu Hadapi Tekanan Trump di Davos

Laporan: Tim Redaksi
Rabu, 21 Januari 2026 | 07:32 WIB
Greenland (BBC)
Greenland (BBC)

SinPo.id -  Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, menyatakan tidak bisa menutup kemungkinan terjadinya invasi Amerika Serikat ke wilayahnya. Meski menilai konflik militer tidak mungkin terjadi, Nielsen menegaskan pemerintah Greenland harus mulai bersiap menghadapi potensi incursion. Pernyataan itu disampaikan di tengah kehadiran pasukan Denmark dan tujuh negara NATO yang dikerahkan ke Greenland untuk memperkuat pertahanan.

Komentar Nielsen muncul bersamaan dengan sorotan besar terhadap isu Greenland di World Economic Forum (WEF) Davos, Swiss, Selasa 20 Januari 2026. Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan rencananya untuk mengambil alih Greenland, bahkan mengancam tarif tambahan 10–25% terhadap delapan negara Eropa yang memberi bantuan militer ke wilayah tersebut.

Reaksi Dunia

Gavin Newsom, Gubernur California, mengecam sikap dunia yang dianggap terlalu lunak terhadap Trump. Ia menyerukan agar Uni Eropa “berdiri lebih tegas” dan menyebut mereka harus “punch him in the face.”

Ursula von der Leyen, Presiden Komisi Eropa, menegaskan respons Eropa akan “unflinching, united, and proportional,” serta menyatakan solidaritas penuh dengan Greenland dan Kerajaan Denmark.

Bart De Wever, PM Belgia, memperingatkan Trump bisa “menjadikan kita budak” jika Eropa tidak bersatu. Ia menilai AS bukan lagi sekutu yang dapat diandalkan.

Anggota Parlemen Eropa Thijs Reuten menambahkan bahwa Uni Eropa “tidak bisa lagi mengandalkan Amerika Serikat sebagai mitra.”

Instrumen Anti-Koersi

Sejumlah pemimpin Eropa mempertimbangkan penggunaan Anti-Coercion Instrument (ACI), mekanisme perdagangan yang disebut sebagai “trade bazooka” atau “nuclear option.” Langkah ini memungkinkan UE membalas tekanan ekonomi AS dengan tarif atau pembatasan akses pasar. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut situasi ini “gila,” sementara politisi kanan Prancis Jordan Bardella menegaskan ACI harus diaktifkan demi menjaga kredibilitas dan kedaulatan Eropa.

Sikap Greenland

Mantan PM Greenland sekaligus Menteri Keuangan, Múte B. Egede, menegaskan bahwa meski kecil kemungkinan konflik militer, pemerintah harus tetap siap menghadapi tekanan AS. Nielsen menambahkan bahwa retorika Trump telah menimbulkan dampak emosional dan mental bagi masyarakat Greenland.

Suara Penyeimbang

Dari sisi AS, Menteri Keuangan Scott Bessent meminta negara-negara Eropa untuk tidak melakukan eskalasi. Ia mengimbau agar semua pihak “menunggu dan membiarkan keadaan berkembang.”

Latar Belakang

Forum Davos tahun ini menjadi panggung penting bagi isu Greenland, hanya beberapa hari setelah Trump mengumumkan tarif baru terhadap negara-negara Eropa. Dalam unggahan di Truth Social, Trump menegaskan “tidak ada jalan kembali” dari rencananya untuk menguasai Greenland, yang disebutnya vital bagi keamanan nasional AS.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI