Home /

Stasiun MRT Harmoni Diproyeksikan Jadi Simpul Transportasi Tersibuk Jakarta

Laporan: Sigit Nuryadin
Selasa, 20 Januari 2026 | 15:42 WIB
Pekerja melakukan pengecekan terowongan MRT Fase 2. (Agus Priatna/SinPo.id)
Pekerja melakukan pengecekan terowongan MRT Fase 2. (Agus Priatna/SinPo.id)

SinPo.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memproyeksikan Stasiun MRT Harmoni menjadi salah satu simpul transportasi tersibuk di ibu kota seiring perluasan jalur MRT hingga Kota Tua. Proyek tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan pintu masuk Stasiun Harmoni oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Selasa, 20 Januari 2026.

Pramono mengatakan pengembangan kawasan Harmoni tidak hanya ditujukan untuk memperluas jaringan transportasi massal, tetapi juga untuk mengurangi ketergantungan aparatur sipil negara dan pekerja kawasan pusat kota terhadap kendaraan pribadi. 

“Wilayah ini setiap hari menampung ribuan pegawai pemerintahan. Tantangannya bukan lagi soal konektivitas, tetapi bagaimana membuat transportasi publik benar-benar digunakan,” kata Pramono di lokasi acara.

Menurut dia, secara jaringan Jakarta sudah hampir sepenuhnya terhubung oleh transportasi publik, namun tingkat pemanfaatannya masih belum sebanding.

Oleh Karena itu, kata dia, kehadiran Stasiun Harmoni diharapkan menjadi pemicu perubahan pola mobilitas, terutama di kawasan sekitar Istana dan perkantoran kementerian.

Pramono mengungkapkan, Pemprov DKI menargetkan jalur MRT fase 2A hingga Monas dapat beroperasi pada 2027 dan dilanjutkan ke Kota Tua pada 2029. Dia menyebut, Harmoni akan berada di tengah lintasan tersebut dan terintegrasi langsung dengan layanan Transjakarta. 

“Kalau simpul ini tidak hidup, maka tujuan TOD tidak tercapai,” tuturnya. 

Sementara itu Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat menyebut pembangunan Stasiun Harmoni dirancang untuk menampung lonjakan penumpang dari berbagai moda. Dia mengatakan stasiun tersebut akan memiliki tujuh akses masuk yang tersebar dan terhubung langsung dengan halte bus. 

“Konsepnya memudahkan perpindahan antarmoda tanpa harus keluar kawasan stasiun,” kata Tuhiyat.

Dia menambahkan, secara teknis Stasiun Harmoni dibangun di bawah tanah dengan dua tingkat utama dan dirancang untuk mendukung arus penumpang tinggi di jam sibuk. 

“Lokasinya memang strategis, tapi itu juga berarti tantangan operasionalnya besar,” ujarnya.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI