Ratusan WNI Ajukan Deportasi dari Kamboja Usai Sindikat Penipuan Online Dibongkar

Laporan: Tio Pirnando
Senin, 19 Januari 2026 | 12:37 WIB
Ilustrasi otoritas Kamboja membekuk sindikat online scam. (SinPo.id/dok. Preah Sihanouk Police)
Ilustrasi otoritas Kamboja membekuk sindikat online scam. (SinPo.id/dok. Preah Sihanouk Police)

SinPo.id - Duta Besar RI untuk Kamboja Santo Darmosumarto menyampaikan, ratusan WNI sudah melaporkan diri ke KBRI Phnom Penh untuk pengajuan deportasi ke tanah air. Rinciannya, pada 16-17 Januari sebanyak 243 WNI yang melapor, dan besoknya 65 orang. 

Banyaknya yang mengajukan deportasi tersebut seiring instruksi Perdana Menteri Kamboja Hun Manet, yang intensif memberantas atau perang melawan sindikat penipuan daring (online scam). 

"Selama dua hari terakhir, sudah terdapat 308 WNI yang melapor secara walk-in ke KBRI setelah dikeluarkan dari sindikat penipuan daring," kata Santo, dikutip dari akun Instagram KBRI Phnom Penh, Senin, 19 Januari 2026. 

Santo memperkirakan akan terus bertambah WNI yang melaporkan diri ke KBRI Phnom Penh, mengingat pemerintahan Kamboja terus melanjutkan upaya pemberantasan sindikat penipuan online secara besar-besaran. 

Secara umum, lanjut Santo, kondisi ratusan WNI itu aman dan sehat. Mereka memiliki permasalahan yang bervariasi. 

Antara lain, ada yang sudah terlibat penipuan daring bertahun-tahun, dan ada yang baru datang. Kemudian, ada yang masih memegang paspor, ada yang paspornya disita sindikat. 

"Ada yang statusnya overstay. Dan ada yang masih punya izin tinggal yang valid di Kamboja. Dan, ada yang ingin segera pulang ke Indonesia. Namun juga ada yang ingin ingin coba-coba mencari pekerjaan lain di Kamboja," tuturnya. 

Santo memastikan, KBRI Phnom Penh akan menangani ratusan WNI itu sesuai dengan prosedur standar yang telah diterapkan kepada ribuan WNI senasib yang sebelumnya ditangani.

KBRI Phnom Penh juga akan meningkatkan koordinasi dengan otoritas setempat serta pihak-pihak lain di Kamboja dan di pihak berwenang di tanah air, guna mempercepat proses deportasi para WNI bermasalah.

"Seluruh WNI diarahkan untuk pulang ke tanah air secara mandiri. Sekali lagi KBRI Phnom Penh mengimbau jangan mudah tergiur dengan tawaran pekerjaan yang menjanjikan gaji besar, pekerjaan mudah, dan minim pengalaman. Jangan terlibat kegiatan ilegal di negara asing seperti pada sindikat penipuan daring," tukasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI