BPBD DKI: 47 RT dan 23 Ruas Jalan Jakarta Masih Terendam Banjir hingga Minggu Sore

Laporan: Sigit Nuryadin
Minggu, 18 Januari 2026 | 18:25 WIB
Banjir di jalan Gunung Sahari, Jakarta. (Agus Priatna/DinPo.id)
Banjir di jalan Gunung Sahari, Jakarta. (Agus Priatna/DinPo.id)

SinPo.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 47 rukun tetangga dan 23 ruas jalan di Ibu Kota masih terendam banjir hingga Minggu sore akibat curah hujan yang tinggi.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan mengatakan, hingga pukul 15.00 WIB genangan masih terjadi di empat wilayah administrasi. 

“Sebanyak 21 RT di Jakarta Barat, 13 RT di Jakarta Pusat, tiga RT di Jakarta Timur, dan lima RT di Jakarta Utara masih terendam,” kata Yohan, Minggu, 18 Januari 2026.

Menurut Yohan, ketinggian air bervariasi mulai dari 10 hingga 90 sentimeter. Di Jakarta Barat, genangan tertinggi mencapai 50 sentimeter di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Kamal, dan Tegal Alur. 

"Sementara di Jakarta Timur, banjir mencapai 90 sentimeter di dua RT di Kelurahan Rawa Terate," ungkap dia. 

Adapun BPBD DKI juga mencatat 23 ruas jalan masih tergenang. Di Jakarta Utara, 14 ruas jalan terendam dengan ketinggian air antara 10 hingga 100 sentimeter, termasuk Jalan Muara Baru depan Apartemen Pluit Sea View dan akses menuju Pelabuhan Nizam Zachman. 

Sedangkan di Jakarta Barat, kata dia, tujuh ruas jalan tergenang setinggi 10–50 sentimeter, sementara di Jakarta Pusat dua ruas jalan terendam hingga 30 sentimeter.

“Genangan di jalan mengganggu mobilitas warga dan masih kami tangani,” ujar Yohan.

Yohan menyampaikan, akibat banjir tersebut, sebagian warga terpaksa mengungsi, yakni di Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat, sebanyak 12 kepala keluarga atau 24 jiwa mengungsi ke Ruang Publik Terpadu Ramah Anak Alur Anggrek dan Masjid Istiqomah. 

“Pengungsian dilakukan karena genangan belum surut dan rumah warga tidak dapat ditempati sementara,” tuturnya. 

Kemudian, lanjutnya, BPBD DKI mencatat sejumlah wilayah mulai mengalami surut, terutama di Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Jakarta Timur. Menurutnya, beberapa ruas jalan di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara juga dilaporkan sudah dapat dilalui kembali setelah air berangsur turun.

Yohan mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi banjir lanjutan mengingat kondisi cuaca masih fluktuatif. 

“Jika terjadi keadaan darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan Jakarta Siaga 112 yang beroperasi 24 jam,” imbuh dia, 

BPBD DKI Jakarta, kata Yohan, telah mengerahkan personel untuk memantau genangan serta berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan air. 

“Kami juga memastikan saluran air berfungsi dan menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas. Targetnya genangan bisa surut secepatnya,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI