SAR TNI Temukan Lokasi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 18 Januari 2026 | 17:36 WIB
SAR TNI menemukan lokasi jatuhnya pesawat ATR (SinPo.id/ Puspen TNI)
SAR TNI menemukan lokasi jatuhnya pesawat ATR (SinPo.id/ Puspen TNI)

SinPo.id - Tim Search and Rescue (SAR) TNI Angkatan Udara berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu, 18 Januari 2026.

Kabidpenum Puspen TNI
Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi mengatakan, keberhasilan ini merupakan hasil operasi pencarian intensif. Operasi dilaksanakan secara terpadu dengan mengerahkan kekuatan udara dan darat di wilayah dengan medan yang terjal dan ekstrem.

"TNI merespons cepat dengan segera bergerak dan mengerahkan unsur SAR sehingga lokasi jatuhnya pesawat berhasil ditemukan di tengah beratnya medan dan cuaca," kata Agung, dalam keterangannya.

 

Dalam operasi tersebut, sambung Agung, TNI AU mengerahkan Helikopter H225M Caracal dari Skadron Udara 8 serta pesawat Boeing 737-200 dari Skadron Udara 5 untuk melaksanakan pencarian melalui udara pada sektor-sektor yang telah ditentukan.

"Melalui pengamatan udara secara cermat dan berkelanjutan, titik lokasi jatuhnya pesawat akhirnya berhasil diidentifikasi," katanya.


Setelah lokasi terkonfirmasi, lanjut Agung, TNI AU segera menurunkan lima prajurit Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) bersama satu personel Basarnas menggunakan Helikopter H225M Caracal. Setibanya di lokasi kejadian, tim langsung melaksanakan langkah awal penyiapan evakuasi guna memastikan proses pertolongan dapat dilakukan secara aman dan sesuai prosedur.

"Selain unsur udara, TNI AU juga mengerahkan unsur darat yang terdiri dari personel Kodau  II, Lanud Sultan Hasanuddin, Yon Parako 473 Korpasgat, dan Yon Arhanud 23 Korpasgat. Tim gabungan ini bersinergi dengan Basarnas, Kodam XIV/Hasanuddin, Kodaeral VIII serta masyarakat sekitar untuk mempercepat dan perkuatan dalam upaya pencarian dan evakuasi di area yang sulit dijangkau," tandasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI