Kementerian PU Kerahkan 20 Alat Berat Tangani Banjir Kudus dan Pati
SinPo.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan 20 unit alat berat untuk membantu penanganan banjir di Kabupaten Kudus, Pati, dan sekitarnya, akibat intensitas hujan yang tinggi. Tim personel juga diturunkan sebagai respons darurat, inspeksi infrastruktur terdampak, serta mendukung komando penanganan darurat daerah.
"Dukungan juga diberikan melalui pengiriman alat berat, peralatan pendukung, serta bahan dan sarana kebencanaan ke lokasi terdampak," kata Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangannya, Minggu, 18 Januari 2026.
Dody menyampaikan, puluhan alat berat digerakkan untuk menutup tanggul sungai yang jebol, membersihkan sampah yang menyumbat jembatan dan gorong-gorong, serta melakukan penggalian alur sungai guna memperlancar aliran air sejak awal bencana.
Dia menerangkan, penanganan banjir di Kudus dan Pati dilaksanakan secara terpadu oleh balai di Jawa Tengah secara terpadu. Karena, kedua wilayah tersebut berada dalam satu sistem sungai, yakni Sungai Juana yang berada di bawah tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.
Kepala BBWS Pemali Juana Sudarto menambahkan, akses utama menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara, yang sebelumnya tertutup timbunan material longsor yang cukup masif, kini berangsur pulih.
"Alhamdulillah, desa yang sebelumnya terisolasi kini mulai terbuka aksesnya," kata Sudarto.
BBWS Pemali Juana berkolaborasi dengan BPBD melakukan pengalihan alur sungai menggunakan krib dan bronjong yang selanjutnya akan dibangun jalan darurat di atasnya agar dapat dilalui kendaraan roda empat.
Selain itu, penanganan juga dilakukan pada longsoran tanggul Sungai Suwatu di Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, sebagai bagian dari upaya pengamanan sungai dan perlindungan kawasan permukiman warga.
Dari hasil rapat koordinasi bersama di Kantor DPRD Kudus pada 16 Januari 2026, disepakati bahwa sebagian besar wilayah terdampak banjir di Kudus telah berhasil ditangani dan genangan air berangsur surut.
Selanjutnya untuk penanganan jangka panjang, Sudarto menambahkan BBWS Pemali Juana akan melanjutkan pekerjaan normalisasi Sungai Juwana yang melintasi Kabupaten Kudus dan Pati. Direncanakan mulai dikerjakan pada 2026 dengan skema anggaran tahun jamak.
"Pati dan Kudus bisa dikatakan satu paket karena dari satu sungai, yaitu Sungai Juana yang normalisasi dan sudetannya mestinya sudah bisa kita kerjakan bersamaan dengan Sungai Wulan yang sudah sukses. Terbukti tidak banjir lagi di perbatasan Demak - Kudus," ujar Sudarto.
Pekerjaan normalisasi akan dilaksanakan secara bertahap mengingat besarnya kebutuhan anggaran serta masih adanya kendala pembebasan lahan di sepanjang alur sungai yang prosesnya membutuhkan koordinasi lintas daerah.
"Karena terkendala pembebasan lahan paling cepat tahun ini baru bisa dilaksanakan jika lahan selesai dibebaskan. Saat ini BBWS Pemali Juana tengah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan para pemangku kepentingan terkait untuk menyelesaikan persoalan tersebut," kata Sudarto.

