Home /

ESDM: Harga Minyak Mentah RI Turun ke USD 61,10 per Barel Imbas Kekhawatiran Kelebihan Pasokan

Laporan: Tio Pirnando
Jumat, 16 Januari 2026 | 21:52 WIB
Ilustrasi pengeboran minyak mentah di laut. (SinPo.id/dok. ESDM)
Ilustrasi pengeboran minyak mentah di laut. (SinPo.id/dok. ESDM)

SinPo.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) bulan Desember 2025 pada level USD 61,10 per barel. Angka ini menurun sebanyak USD 1,73 per barel dari ICP November 2025 sebesar USD 62,83 per barel. 

Penetapan ICP Desember 2025 sebesar USD 61,10 per barel, tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 10.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Bulan Desember 2025 tanggal 9 Januari 2025.

"Penurunan angka ICP pada bulan Desember 2025 diakibatkan kekhawatiran pasar akan narasi 'super glut' atau kelebihan pasokan, serta kondisi oversupply minyak dunia, yang dipengaruhi oleh produksi Amerika Serikat (AS) yang tinggi, peningkatan produksi OPEC+, dan proyeksi IEA di tahun 2026 yang surplus sebesar 3,7-4 juta barel per hari (bph), melebihi stok pada saat pandemi," kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaiman, Jumat, 16 Januari 2026. 

Menurut Laode, faktor lainnya yang menyebabkan penurunan ICP adalah risiko geopolitik Rusia-Ukraina yang berpotensi mereda pasca penawaran pembatalan aspirasi untuk bergabung dengan NATO oleh Ukraina. 

Tak hanya itu, pejabat Rusia juga menyampaikan adanya proyeksi kenaikan produksi minyak tahun 2025 naik menjadi 10,36 juta bph dan akan kembali meningkat pada 2026 mencapai 10,54 juta bph.

"Penurunan ICP bulan Desember juga disebabkan peningkatan suplai minyak dunia, di mana terdapat peningkatan produksi OPEC+ bulan November 2025 yang dibandingkan dengan November 2024 atau month over month (mom), menjadi 43,065 ribu bph," kata Laode. 

Adapun OPEC merevisi proyeksi pertumbuhan produksi negara Non-OPEC+ tahun 2025 jika dibandingkan dengan 2024 pada publikasi Desember 2025, naik sebesar 40 ribu bph dibandingkan November 2025 menjadi 0,95 juta bph. 

Sementara S&P Global merivisi proyeksi pertumbuhan permintaan 2025 turun sebesar 16 ribu bph menjadi 730 ribu bph pada publikasi Desember 2025 dibandingkan bulan sebelumnya.

Sementara, untuk kawasan Asia Pasifik, perubahan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, juga dipengaruhi oleh crude throughput Cina yang turun sebesar 0,9 persen Month on Month (MoM) di November 2025 menjadi 14,86 juta bph. Angka tersebut merupakan terendah dalam 6 bulan terakhir.

Selanjutnya, perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada Desember 2025 dibandingkan November 2025 mengalami penurunan, antara lain Dated Brent turun sebesar USD 0,95/barel dari USD 63,65/barel menjadi USD 62,70/barel, WTI (Nymex) turun USD 1,61/barel dari USD 59,48/barel menjadi USD 57,87/barel.

Kemudian, Brent (ICE) turun USD 2,02/barel dari USD 63,66/barel menjadi USD 61,64/barel, Basket OPEC turun USD 2,61/barel dari USD 64,46/barel menjadi USD 61,85/barel.

"Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia turun sebesar USD1,73/barel dari USD 62,83/barel menjadi USD61,10/barel," tandasnya. 

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI