SPHP Beras Tetap Berjalan di Januari 2026, Pemerintah Pastikan Pasokan Aman

Laporan: Tim Redaksi
Jumat, 16 Januari 2026 | 03:31 WIB
Bulog sidak ketersediaan beras. (Agus Priatna/SinPo.id)
Bulog sidak ketersediaan beras. (Agus Priatna/SinPo.id)

SinPo.id - Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras dipastikan tetap berjalan di Januari ini usai tutup tahun 2025. Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog memastikan ketersediaan pasokan beras SPHP dapat terjaga di berbagai lini pasar, sehingga dapat lebih mudah ditemui masyarakat.

"Jadi kaitan dengan beras SPHP yang alokasi tahun 2025, sisa target sampai saat ini perlu disalurkan kembali. Kemudian, kebijakan Kementerian Keuangan melalui Badan Pangan Nasional dan Bulog, beras SPHP 2025 masih dapat diperpanjang sampai dengan 31 Januari 2026," terang Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy keterangannya, dikutip Kamis, 15 Januari 2026.

"Selanjutnya mulai bulan Februari, sudah ada alokasi SPHP beras untuk 2026 sebesar 1,5 juta ton sepanjang tahun ini. Jadi tidak ada jeda penyaluran beras SPHP untuk masyarakat. Beras SPHP senantiasa hadir bagi masyarakat Indonesia sebagai pilihan konsumsi dengan harga yang terjangkau," ucap Sarwo.

Konsistensi penyaluran beras SPHP ini penting untuk memberi efek penekan ke harga beras umum di pasaran. Dalam Panel Harga Pangan Bapanas mulai terlihat pergerakan rerata harga beras medium secara nasional, meskipun masih berada tidak jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kendati demikian, nantinya berkat proyeksi produksi beras bulanan secara nasional yang akan semakin tinggi karena mendekati panen raya, maka dapat mempengaruhi pergerakan harga menjadi lebih stabil. Di momen tersebut, SPHP beras akan disalurkan lebih selektif.

Dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2026 update per Januari, produksi beras nasional di Januari dapat berada di 1,79 juta ton dan Februari dapat mencapai 2,98 juta ton. Sementara puncak panen raya diperkirakan di Maret dan April yang dapat mencapai hingga 5 juta ton untuk masing-masing bulannya.

Guna meningkatkan akseptabilitas beras SPHP di tahun 2026 ini, Bapanas sedang menggodok pemutakhiran dan penajaman petunjuk teknis penyaluran beras SPHP tahun 2026. Salah satunya dengan memperlebar batas maksimal pembelian beras SPHP. 

Semula batas maksimal pembelian berada di 2 pak per konsumen atau 10 kilogram (kg). Ke depan direncanakan batas maksimal pembelian beras SPHP tahun 2026 dapat berada di 5 pak per konsumen atau 25 kg.  

"Jadi SPHP beras sudah kita buka untuk semua masyarakat, baik untuk pasar modern maupun pasar tradisional serta instansi-instansi yang akan melaksanakan program SPHP. Saat ini juga sudah tersedia pula di ritel-ritel modern," kata Sestama Bapanas Sarwo Edhy.

"Imbauan kepada masyarakat untuk mencoba mengkonsumsi beras SPHP. Kualitasnya itu sejajar dengan beras medium yang ada di pasaran dan tentunya harganya lebih murah, sehingga bisa terjangkau oleh masyarakat. Apabila mendapati beras SPHP yang kualitasnya kurang sesuai, agar segera dilaporkan untuk penggantian," pungkas Sarwo.

Sebagai informasi, selama bulan Januari 2026 ini masyarakat masih dapat merasakan kehadiran beras SPHP di pasaran. Bapanas memastikan SPHP beras tahun 2025 dapat dilanjutkan hingga 31 Januari 2026 melalui skema Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA).

Berkat itu, realisasi penjualan beras SPHP tahun 2025 telah meningkat sekitar 10 ribu ton di awal Januari ini. SPHP beras tahun 2025 sudah kembali dikebut sejak 5 Januari 2026. Sampai 12 Januari 2026 total realisasi telah berada di angka 813 ribu ton. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI