RI Segera Ekspor Kecap Senilai Rp2 Miliar ke Pasar Belanda
SinPo.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus memperkuat penetrasi produk kuliner lokal di pasar global. Komitmen ini diwujudkan melalui penandatanganan Letter of Intent (Lol) ekspor kecap antara produsen Indonesia, PT Unilever Indonesia Tbk (merek Bango), dengan importir dan distributor terkemuka Belanda, InterAromat BV dengan nilai kontrak sebesar US$ 120 ribu atau setara Rp2 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi mengatakan, penandatanganan ini merupakan hasil konkret dari rangkaian business matching, sebagai tindak lanjut dari aktivasi program Rasa Rempah Indonesia (S’RASA) di Belanda yang diluncurkan pada 2025.
"Kami mengapresiasi kerja sama antara Bango dan InterAromat BV. Penandatanganan LoI ini membuktikan komitmen Kemendag dalam mendorong produk lokal unggulan agar semakin kompetitif dan dicintai konsumen dunia," ujar Puntodewi dalam keterangannya, Rabu, 14 Januari 2026.
Dia menilai, kesepakatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi produk gastronomi Indonesia di pasar Eropa. LoI ini sekaligus akan mendorong peningkatan ekspor kecap Indonesia ke Negeri Kincir Angin.
Terlebih berdasarkan riset pasar InterAromat BV, kecap Indonesia memiliki karakter khas dan cita rasa unik yang belum mampu ditandingi oleh produk serupa saat ini beredar di Belanda.
"Dengan rekam jejak panjang dan kualitas teruji, kecap Bango dinilai memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan pasar tersebut dan menjadi pilihan utama konsumen di Belanda. Ke depan, kecap Bango akan merambah pasar negara lainnya di Eropa," tuturnya.
Puntodewi berharap, kerja sama yang terjalin antara pemerintah dan pelaku usaha dapat membuka jalan bagi produk makanan olahan Indonesia untuk menembus pasar internasional secara berkelanjutan.
"Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci dalam memperluas akses pasar internasional. Keberhasilan ekspor kecap ini kami harapkan dapat menjadi katalis bagi produk makanan olahan Indonesia lainnya untuk merambah pasar global secara berkesinambungan," pungkasnya.

