Layanan Pengaduan 'Lapor Pak Amran' Jadi Bukti Kehadiran Negara Lindungi Petani

Laporan: Galuh Ratnatika
Rabu, 14 Januari 2026 | 14:38 WIB
Menteri Pertanian Amran Sulaiman. (Ashar/SinPo.id)
Menteri Pertanian Amran Sulaiman. (Ashar/SinPo.id)

SinPo.id - Layanan pengaduan Whatsapp 'Lapor Pak Amran' yang diluncurkan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi petani dan menjaga tata kelola sektor pertanian. 

Pihaknya mengatakan, kanal tersebut tidak hanya menampung laporan, tetapi langsung menghasilkan penindakan tegas terhadap berbagai pelanggaran di lapangan.

Melalui kanal pengaduan di nomor 0823-1110-9390, ribuan laporan diterima dari petani dan masyarakat di berbagai daerah. Aduan tersebut mencakup penyimpangan harga pupuk bersubsidi, pupuk palsu, pungutan liar (pungli) bantuan alsintan, hingga masuknya komoditas pangan ilegal.

“Negara hadir dan tidak akan diam jika petani dirugikan. Kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia atas laporannya. Yang melapor adalah pahlawan pangan. Itulah jasa-jasa Anda pada negara,” kata Amran, dalam keterangan persnya, Rabu, 14 Januari 2026.

Ia menjelaskan, kanal tersebut merupakan ruang partisipasi publik dengan kerahasiaan pelapor yang dijamin aman. Amran juga mendorong seluruh petani, kelompok tani, dan lapisan masyarakat untuk dapat melapor jika menemukan penyimpangan di sektor pertanian.

Selain itu, kata Amran, penanganan laporan dilakukan secara cepat melalui tim pengawasan Kementerian Pertanian dengan koordinasi lintas kementerian, aparat penegak hukum, serta pemerintah daerah. Hasilnya, dalam kurun waktu lebih dari dua bulan, sejumlah kasus besar berhasil dibongkar dan ditindak tegas.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI