Anggota DPR Komitmen Kawal Penganan Pascabencana yang Berdampak pada Sektor Pertanian
SinPo.id - Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, menegaskan komitmennya untuk mengawal penanganan pascabencana yang berdampak besar pada sektor pertanian, khususnya di wilayah Sumatra.
Menurutnya, awal tahun 2026 menjadi momentum penting bagi DPR RI untuk memastikan keberpihakan anggaran terhadap pemulihan sektor pertanian yang terdampak bencana.
“Ini adalah awal tahun dengan sidang paripurna perdana. Setelah ini akan ada rapat-rapat komisi, dan di awal tahun ini kami akan memperjuangkan beberapa hal penting, terutama penanganan pascabanjir dan longsor,” kata Rahmat, dalam keterangan persnya, dikutip Rabu, 14 Januari 2026.
Ia pun menyoroti kerusakan parah pada infrastruktur irigasi dan lahan pertanian akibat banjir, yang harus segera ditangani agar tidak mengganggu produksi pangan dan kesejahteraan petani.
“Di Sumatera, banyak saluran irigasi yang rusak dan banyak lahan pertanian yang habis diterjang banjir. Karena itu, kami akan fokus mengawal agar ada kepastian penanganan recovery,” tegasnya.
Rahmat bahkan mengungkapan, kebutuhan anggaran pemulihan di Sumatera Barat saja diperkirakan hampir Rp2 triliun untuk perbaikan sawah dan irigasi, dan perhatian serupa harus diberikan untuk provinsi lain yang terdampak.
“Untuk Sumatera Barat, hitungan kami hampir Rp2 triliun untuk perbaikan sawah dan irigasi. Begitu juga Sumatera Utara dan Aceh, insya Allah akan kita kawal dan kita perjuangkan agar ada kepastian anggaran recovery sektor pertanian di tahun 2026,” tuturnya.
