BPBD DKI Imbau Warga Waspada Banjir Rob di Pesisir Jakarta hingga 20 Januari
SinPo.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini kewaspadaan banjir pesisir atau rob yang berpotensi terjadi pada 13-20 Januari 2026. Peringatan ini menyasar kawasan pesisir utara Jakarta dan Kepulauan Seribu.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan peringatan tersebut dikeluarkan menyusul laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok.
Menurut dia, BMKG mencatat adanya pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase Bulan Baru.
“Fenomena ini berpotensi meningkatkan tinggi muka air laut di wilayah pesisir utara Jakarta,” kata Isnawa, Selasa, 13 Januari 2026.
Isnawa menyampaikan, puncak pasang maksimum diperkirakan terjadi pada rentang waktu pukul 06.00 hingga 12.00 WIB. Dia menyebut, kondisi ini berisiko memicu genangan rob di sejumlah wilayah pesisir, terutama jika berlangsung selama beberapa hari berturut-turut.
Dia juga mengungkapkan, BPBD DKI mencatat sejumlah kawasan yang berpotensi terdampak antara lain Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, dan Tanjung Priok. Selain itu, wilayah Kepulauan Seribu juga masuk dalam daftar area rawan.
“Masyarakat pesisir perlu meningkatkan kesiapsiagaan karena durasi pasang tinggi bisa terjadi lebih dari satu hari,” tuturnya.
Lebih lanjut, Isnawa mengimbau warga untuk mewaspadai perubahan cuaca dan dinamika pasang surut air laut yang dapat berubah cepat. Warga juga diminta membatasi aktivitas di kawasan pesisir yang rawan terdampak rob, terutama saat periode puncak pasang.
Selain itu, Isnawa mengingatkan masyarakat memastikan sistem drainase di lingkugan tempat tinggal berfungsi dengan baik guna mencegah genangan.
“Langkah-langkah sederhana ini penting untuk mengurangi dampak yang mungkin timbul,” ujar Isnawa.
Isnawa juga meminta masyarakat memantau informasi resmi melalui kanal digital pemerintah, seperti laman peringatan dini gelombang pasang BPBD DKI Jakarta, aplikasi JAKI untuk pelaporan genangan, serta situs pemantauan banjir Jakarta guna memperoleh informasi terkini secara real time.
“Layanan darurat 112 juga disiagakan untuk merespons laporan warga yang membutuhkan pertolongan,” tandasnya.
