Home /

Mentan Optimis Target Serapan Gabah 2026 Capai 4 Juta Ton

Laporan: Tio Pirnando
Senin, 12 Januari 2026 | 15:45 WIB
Ilustrasi petani sedang beraktivitas di sawah (SinPo.id/dok. PKH)
Ilustrasi petani sedang beraktivitas di sawah (SinPo.id/dok. PKH)

SinPo.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman optimistis target serapan gabah setara beras 2026 sebesar 4 juta ton, dapat tercapai seiring meningkatnya produksi padi nasional. Target ini naik dibandingkan tahun lalu sebesar 3 juta ton.

"Kita target serap beras di tahun 2026 itu 4 juta ton. Itu target BULOG dan kita kolaborasi, kita kerja sama. Insya Allah mudah-mudahan ini tercapai. Kalau ini tercapai ada sejarah baru bagi Indonesia nanti," kata Amran dalam keterangannya, Senin, 12 Januari 2026.

Menurut Amran, peningkatan produksi menjadi modal utama pencapaian target serapan. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 Januari 2026, luas tanam periode Januari-Februari 2026 diperkirakan mencapai 1,55 juta hektare dengan potensi produksi beras Januari-Februari 2026 sebesar 4,78 juta ton.

"Artinya Insya Allah produksi tahun ini mudah-mudahan tidak ada bencana, tidak ada halangan, itu produksinya lebih besar daripada tahun lalu," ungkapnya.

Amran menilai, target tersebut dapat dicapai melalui sinergi dan kerja satu komando antara Kementerian Pertanian, Bulog, Badan Pangan Nasional, serta seluruh pemangku kepentingan pangan nasional.

"Kita harus kompak dari hulu sampai hilir. Produksi di hulu kuat, pengelolaan di tengah berjalan, dan penyerapan di hilir maksimal. Ini kunci menjaga swasembada dan melangkah ke tahap berikutnya," tegasnya.

Hal ini merupakan upaya mempertahankan swasembada pangan berkelanjutan. Amran menekankan, swasembada pangan merupakan upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjaga kesejahteraan petani.

"Bapak Presiden Prabowo umumkan Indonesia swasembada pangan berkat kerja keras kita semua. Dan ini kita lakukan semua demi Merah Putih atas arahan bapak presiden diminta rencana 2026 kita kembali swasembada pangan," harapnya.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI