Bulog Targetkan Serapan 3 Juta Ton Beras Semester I, Siapkan 1 Juta Ton untuk Ekspor Premium
SinPo.id - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menargetkan penyerapan beras pada semester pertama 2026 mencapai 3 juta ton. Target ini menjadi bagian dari rencana pemerintah menyerap total 4 juta ton gabah setara beras sepanjang tahun untuk memperkuat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP), menjaga stabilitas harga, serta mendukung keberlanjutan swasembada pangan nasional.
“Di semester 1 target kami 3 juta ton. Sisanya di semester 2 tinggal 1 juta ton,” ujar Rizal dalam Rapat Kerja Nasional Evaluasi Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026 di Jakarta, Minggu 11 Januari 2026.
Rizal optimistis target tersebut dapat tercapai berkat pengalaman historis panen, kesiapan operasional, serta koordinasi lintas pemangku kepentingan. Ia menjelaskan puncak panen umumnya terjadi di semester pertama, sementara semester kedua cenderung menurun 30–40 persen akibat curah hujan tinggi.
Bulog menegaskan kesiapan menyerap gabah dan beras petani dengan berbagai kualitas sepanjang memenuhi usia panen. Gabah dibeli Rp6.500 per kilogram. Rizal mengingatkan disiplin panen sangat penting agar kualitas beras tidak menurun.
Selain fokus penyerapan, Bulog juga menyiapkan 1 juta ton beras premium untuk ekspor setelah Indonesia mencapai swasembada pangan. Rencana ekspor ini diselaraskan dengan komitmen menjaga ketahanan pangan nasional agar kebutuhan dalam negeri tetap terpenuhi.
“Bulog sudah menyiapkan 1 juta ton sesuai arahan Menteri Pertanian selaku Kepala Bapanas. Ekspor ini kami bahas dalam rapat kerja internal,” jelas Rizal.
Stok CBP awal 2026 tercatat 3,2 juta ton lebih, sementara stok beras nasional mencapai 12,529 juta ton, meningkat 203 persen dalam dua tahun terakhir. Deputi Bapanas I Gusti Ketut Astawa menyebut stok tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan hampir lima bulan ke depan, dengan konsumsi nasional rata-rata 2,591 juta ton per bulan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan ekspor beras akan menjadi tonggak sejarah baru Indonesia, menyusul stabilnya pasokan nasional dan keberhasilan swasembada. Presiden Prabowo Subianto pun menekankan agar ekspor dilakukan tanpa mengganggu kebutuhan domestik.
Dengan strategi penyerapan awal tahun dan kesiapan ekspor, Bulog berharap peran Indonesia sebagai negara swasembada beras dapat semakin kuat, sekaligus memperkuat kontribusi di pasar pangan global.
