BPBD Lumajang Imbau Waspada Letusan Sekunder, Gunung Semeru Kembali Erupsi

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 12 Januari 2026 | 01:15 WIB
Gunung Semeru erupsi pada Minggu, 4 Januari 2026. (SinPo.id/PVMBG)
Gunung Semeru erupsi pada Minggu, 4 Januari 2026. (SinPo.id/PVMBG)

SinPo.id -  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi letusan sekunder Gunung Semeru seiring hujan deras yang mengguyur kawasan lereng gunung api tertinggi di Pulau Jawa, Minggu 11 Januari 2026.

Letusan sekunder dilaporkan terjadi di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Besuk Kobokan, terutama di Kali Wedok, akibat pertemuan air hujan dengan material vulkanik panas sisa erupsi. Fenomena ini memicu semburan asap putih tebal dan menurunkan jarak pandang di sekitar aliran sungai.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, menyebut letusan sekunder terpantau mengarah ke timur Jembatan Gladak Perak. Kondisi tersebut berpotensi membahayakan warga dan aktivitas di bantaran sungai, khususnya saat terjadi banjir lahar hujan. BPBD meminta masyarakat tetap waspada, terutama yang berada di sekitar aliran Sungai Besuk Kobokan, serta mengimbau para penambang pasir menghentikan aktivitas demi keselamatan.

Banjir lahar hujan dilaporkan mengalir dari hulu menuju Sungai Besuk Kobokan dan Kali Lanang di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Status Gunung Semeru saat ini berada pada Level III (Siaga). Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak, serta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari sempadan sungai karena potensi awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer.

Selain itu, warga juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah Gunung Semeru karena ancaman lontaran batu pijar, guguran lava, dan lahar di sejumlah aliran sungai. BPBD bersama BMKG terus memantau intensitas hujan dan aktivitas gunung api, serta mengimbau masyarakat mengikuti informasi resmi demi meminimalkan risiko bencana.

Pada Minggu malam, Gunung Semeru kembali erupsi dengan meluncurkan awan panas guguran sejauh 5 kilometer. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, melaporkan erupsi terjadi pukul 22.25 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 2.000 meter di atas puncak atau 5.676 mdpl. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke timur dan tenggara.

Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 27 mm dan durasi 696 detik. Dalam periode pengamatan pukul 12.00–18.00 WIB, tercatat 30 kali gempa letusan dengan amplitudo 15–22 mm dan durasi 76–136 detik, serta satu kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 35 mm dan durasi 6.120 detik.

Gunung Semeru, setinggi 3.676 mdpl, masih menunjukkan aktivitas tinggi dengan potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai berhulu di puncak, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI