Pramono Anung: Nilai Perjuangan MH Thamrin Jadi Landasan Kebijakan Pemprov DKI
SinPo.id - Gubernur Jakarta, Pramono Anung menegaskan nilai perjuangan Pahlawan Nasional Mohammad Husni (M.H.) Thamrin menjadi pijakan utama Pemprov DKI dalam menjalankan kebijakan pembangunan dan pelayanan publik.
Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri haul ke-85 sekaligus ziarah makam M.H. Thamrin di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Minggu, 11 Januari 2026.
“Mohammad Husni Thamrin memiliki peran besar melalui berbagai lobi internasional terhadap penjajah. Karena itulah, M.H. Thamrin bukan hanya milik masyarakat Betawi, tetapi milik seluruh bangsa Indonesia,” kata Pramono.
Menurut dia, semangat perjuangan Thamrin dalam membela masyarakat kecil tercermin dalam berbagai kebijakan Pemprov DKI Jakarta saat ini. Pramono menyebut, program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), pemutihan ijazah, hingga jaminan kesehatan melalui BPJS disebut sebagai bentuk keberpihakan pemerintah kepada kelompok rentan.
Dia juga menyampaikan, penguatan layanan dasar menjadi perhatian serius Pemprov DKI. Pramono mengaku rutin mengunjungi puskesmas dan rumah sakit milik pemerintah daerah untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal.
“Ini bagian dari tanggung jawab negara kepada warganya,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menyoroti pentingnya persatuan Majelis Kaum Betawi sebagai lembaga adat utama di Jakarta. Ia menilai, persatuan menjadi syarat agar Majelis Kaum Betawi dapat berperan sebagai pemersatu, pelestari budaya, sekaligus mitra strategis pemerintah daerah.
“Harapan saya sederhana, Majelis Kaum Betawi bisa bersatu. Tidak perlu lagi ada perpecahan. Apa pun yang menjadi tanggung jawab saya sebagai Gubernur Jakarta, pasti akan saya kerjakan,” ujar Pramono.
Dia mengingatkan, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta secara tegas menetapkan budaya Betawi sebagai budaya utama Jakarta. Karena itu, kata Pramono, Pemprov DKI mulai menonjolkan identitas Betawi dalam berbagai aspek pembangunan, mulai dari busana di Balai Kota, transportasi umum, hingga ornamen kota.
“Mulai tahun ini, wajah Betawi harus hadir di batas-batas kota, gedung, taman, RPTRA, sampai desain kawasan. Saya selalu meminta arsitek dan desainer menampilkan identitas Betawi dalam setiap pembangunan,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi sekaligus mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012, Fauzi Bowo, mengapresiasi kehadiran Pramono dalam haul ke-85 M.H. Thamrin. Dia juga memuji komitmen Pemprov DKI dalam menghormati jasa pahlawan nasional, antara lain melalui rencana pemindahan patung M.H. Thamrin ke Jalan M.H. Thamrin dan revitalisasi Museum M.H. Thamrin.
“Penghormatan kepada M.H. Thamrin tidak boleh berhenti pada seremoni. Nilai-nilai perjuangannya harus terus direplikasi untuk menjawab persoalan bangsa saat ini,” kata Fauzi, yang akrab disapa Foke.
Menurut Foke, semangat persatuan yang diperjuangkan M.H. Thamrin relevan bagi masyarakat Betawi saat ini. Dia menilai, konsolidasi dan pemberdayaan potensi Betawi menjadi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan warga Jakarta secara berkelanjutan.
“Ini tantangan sekaligus panggilan bagi kaum Betawi untuk bersatu demi Jakarta dan bangsa Indonesia,” tandasnya.
