Greenland Tolak Upaya Trump Kuasai Pulau, Masa Depan Ditentukan Rakyat Sendiri

Laporan: Tim Redaksi
Minggu, 11 Januari 2026 | 07:33 WIB
Greenland (BBC)
Greenland (BBC)

SinPo.id -  Kepemimpinan politik Greenland menyampaikan penolakan tegas terhadap seruan terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang ingin Washington mengambil alih pulau Arktik tersebut. Dalam pernyataan bersama, para pemimpin Greenland menegaskan bahwa masa depan negara hanya bisa diputuskan oleh rakyat Greenland sendiri.

“Kami tidak ingin menjadi orang Amerika, kami tidak ingin menjadi orang Denmark, kami ingin menjadi orang Greenland,” tegas Perdana Menteri Jens-Frederik Nielsen bersama empat pemimpin partai lainnya dalam pernyataan yang dirilis Jumat malam.

Pernyataan itu muncul beberapa jam setelah Trump kembali menyatakan keinginannya agar AS menguasai Greenland, wilayah semi-otonom yang masih menjadi bagian dari Kerajaan Denmark dan sekutu NATO. Trump bahkan memperingatkan bahwa jika AS tidak memiliki Greenland, Rusia atau China bisa mengambil alih.

Respons Greenland dan Denmark Greenland menegaskan bahwa segala keputusan terkait masa depan pulau harus dilakukan melalui dialog dengan rakyat, berdasarkan prinsip hukum internasional. “Tidak ada negara lain yang bisa ikut campur,” bunyi pernyataan tersebut.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen sebelumnya memperingatkan bahwa pengambilalihan Greenland oleh AS akan berimplikasi besar, bahkan bisa mengakhiri NATO sebagai aliansi pertahanan kolektif.

Langkah Politik Greenland Parlemen Greenland, Inatsisartut, memutuskan untuk mempercepat jadwal pertemuan guna membahas respons terhadap ancaman AS. Pertemuan yang semula dijadwalkan Februari akan dimajukan agar perdebatan politik berlangsung adil dan hak rakyat tetap terjamin.

Konteks Strategis Greenland adalah pulau terbesar di dunia dengan populasi sekitar 57 ribu jiwa. Pertahanan wilayah masih ditangani Denmark, yang memiliki kekuatan militer jauh lebih kecil dibandingkan AS. Trump beralasan bahwa AS “harus memiliki Greenland” demi mencegah Rusia atau China menguasai wilayah strategis yang kaya mineral.

Namun, bagi rakyat Greenland, tujuan jangka panjang tetap jelas: menuju kemerdekaan penuh. Kesepakatan 2009 antara Denmark dan Greenland sudah mengakui hak rakyat Greenland untuk memilih kemerdekaan melalui referendum. Semua partai mendukung kemerdekaan, meski berbeda pandangan soal waktu dan prosesnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI