Home /

Rakor di Aceh, Dasco: Penanganan Pascabencana Sumatra Dipimpin Mendagri

Laporan: Tim Redaksi
Sabtu, 10 Januari 2026 | 14:23 WIB
Wakil Ketua DPR RI Dasco pimpin rakor penanganan pascabencana di Aceh (SinPo.id/ Parlementaria)
Wakil Ketua DPR RI Dasco pimpin rakor penanganan pascabencana di Aceh (SinPo.id/ Parlementaria)

SinPo.id - RI kembali menyelenggarakan Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana (Galapana) DPR dengan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pemerintah di Banda Aceh, Aceh, Sabtu, 10 Januari 2026. Rakor yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI Dasco itu merupakan rapat koordinasi lanjutan, setelah pertama kali digelar pada Selasa, 30 Desember 2025.

“Rakor ini diselenggarakan supaya bisa ditangani skala nasional dan fokus, pemerintah sudah membentuk Satgas percepatan rehabilitasi pascabencana. Satgas mulai hari ini mulai ambil alih eksekusi di lapangan,” kata Dasco, dikutip dari laman Parlementaria, 10 Januari 2026.

Dasco memastikan, penanganan pascabencana di Sumatra dilakukan dengan skala nasional dan ke depan akan dipimpin oleh Mendagri Tito Karnavian.

“Selanjutnya satgas pascabencana DPR RI akan menyertai, membantu mengkoordinasikan, untuk mengeksekusi kebijakan di lapangan,” kata dia.

Dasco mengatakan, Satgas Pemulihan Pascabencana DPR akan menyerahkan hasil koordinasi kepada Satgas Bencana bentukan pemerintah.

"Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI itu kemudian akan menyerahkan hasil dari koordinasi yang terintegrasi tersebut kepada Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera dari pihak Pemerintah yang nanti akan mengeksekusi kebijakan-kebijakan tersebut," kata dia.

Satgas Pemulihan Pascabencana DPR, kata Dasco, nantinya hanya akan melakukan fungsi pengawasan. "Sesuai dengan tupoksinya, maka kemudian setelah itu Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI akan melakukan tugas fungsi pengawasan dan anggaran," sambungnya.

Sementara itu, Mendagri Tito melaporkan hingga saat ini masih terdapat 12 wilayah yang belum pulih pascabencana. “Ada 12 wilayah yang belum normal, tujuh di Aceh, Sumut ada lima, di Sumbar ada tiga,” kata Tito.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI