Pramono Klaim Aksi di Patung Kuda Bukan Protes UMP Jakarta
SinPo.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan unjuk rasa yang berlangsung di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Kamis, 8 Januari 2026, bukan ditujukan untuk memprotes Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta. Menurut dia, massa justru mempersoalkan penetapan UMP di daerah lain.
“Sebenarnya yang didemo bukan UMP-nya Jakarta, UMP daerah lain, tetapi dilaksanakan di Jakarta. Kenapa dilaksanakan di Jakarta? Ya, memang istananya ada di Jakarta,” kata Pramono, Kamis, 8 Januari 2026.
Kendati demikian, Pramono menegaskan pemerintah provinsi tetap menghormati aksi unjuk rasa sebagai bagian dari hak demokrasi warga negara. Dia mempersilakan masyarakat menyampaikan aspirasi selama dilakukan sesuai aturan.
“Yang namanya demo itu kan hak demokrasi, dan siapa saja boleh melakukan itu. Tapi, ya, tentunya dengan izin. Untuk itu, yang paling penting demonya baik-baik saja,” tuturnya.
Lebih lanjut, Pramono juga mengimbau peserta aksi untuk menjaga situasi tetap kondusif agar tidak mengganggu ketertiban umum di Jakarta.
Terkait UMP Jakarta, Pramono menegaskan proses penetapannya telah melalui kesepakatan bersama antara pengusaha dan buruh. Dia menyebut pembahasan dilakukan berulang kali dalam forum Dewan Pengupahan.
“Negosiasi terkait UMP Jakarta sudah dilakukan berkali-kali di Dewan Pengupahan. Itu dilakukan antara pengusaha dan buruh,” ujar Pramono.
Menurut Pramono, seluruh proses pembahasan berlangsung transparan dan ketat. Dia menegaskan, keputusan akhir mengenai besaran UMP Jakarta ditetapkan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.
“Pelaksanaannya berjalan dengan ketat sebenarnya, tetapi solusinya berjalan dengan baik, sehingga alfanya diputuskan 0,75, itu kesepakatan bersama,” tandasnya.
