Pramono Siapkan PAM Jaya Menuju IPO Lewat Pembangunan Gedung Pelayanan

Laporan: Sigit Nuryadin
Kamis, 08 Januari 2026 | 17:39 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)

SinPo.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memulai pembangunan Gedung Sentra Pelayanan PAM Jaya di Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis, 8 Januari 2026. Pramono menyebut, pembangunan gedung ini menjadi bagian dari persiapan jangka menengah PAM Jaya menuju penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) yang ditargetkan pada 2027.

Adapun Gedung tersebut dirancang sebagai pusat operasional, koordinasi, dan pelayanan terpadu, termasuk layanan tatap muka bagi warga yang belum memiliki akses digital. 

Menurut Pramono, keberadaan gedung yang representatif menjadi prasyarat penting jika PAM Jaya ingin bertransformasi menjadi perusahaan yang lebih profesional dan akuntabel.

“Saya sudah memikirkan kebutuhan hingga 2027. Ketika kita melakukan IPO, PAM Jaya sudah memiliki gedung yang representatif, manajemen yang baik, dan sumber daya manusia yang bekerja keras dengan ukuran kinerja yang jelas,” kata Pramono.

Dia menegaskan rencana IPO PAM Jaya hanya akan melepas maksimal 30 persen saham ke publik. Pramono menjelaskan, pembatasan tersebut dimaksudkan agar kendali layanan air bersih tetap berada di tangan pemerintah daerah. 

“Kenapa saya dorong IPO dan porsinya tidak boleh lebih dari 30 persen? Supaya kendali kewenangan sepenuhnya tetap berada di tangan kita,” ungkapnya. 

Pramono juga menyebut layanan air bersih memiliki karakter khusus di Jakarta karena bersumber dari air sungai yang memerlukan pengolahan kompleks. Karena itu, kata dia, orientasi utama PAM Jaya tidak boleh bergeser dari pelayanan publik.

“Filosofinya jelas, PAM Jaya hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Pramono. 

Dia juga menekankan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan air minum sebagai bagian dari ketahanan kota. Pramono meyakini perbaikan tata kelola akan membawa PAM Jaya menjadi rujukan bagi sektor swasta. 

“Jika secara profesional mampu melakukan perbaikan dalam mekanisme pengelolaan air untuk kebutuhan publik, saya yakin perusahaan swasta justru akan belajar dari PAM Jaya,” tandasnya. 

Sebagai informasi, pembangunan Gedung Sentra Pelayanan PAM Jaya telah diusulkan sejak 2022 dan kini resmi dimulai. Gedung dengan luas bangunan sekitar 18.853 meter persegi ini akan memiliki 11 lantai dan satu lantai basement. Kehadirannya diharapkan dapat menunjang fasilitas kerja seluruh staf dan karyawan PAM Jaya sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dengan dimulainya pembangunan gedung tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta optimistis penguatan kelembagaan dan infrastruktur akan semakin mempercepat terwujudnya layanan air bersih yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan bagi seluruh warga Jakarta.

Saat ini, layanan air bersih PAM Jaya telah mencapai 80 persen. Angkat tersebut terus ditingkatkan hingga 100 persen pada 2029. Hal ini mencerminkan keseriusan Jakarta sebagai kota global dalam menyiapkan infrastruktur dasar bagi warganya. PAM Jaya juga telah bertransformasi secara kelembagaan dari Perumda menjadi Perseroda demi memperkuat tata kelola perusahaan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI