Dikomplain Arab Saudi, Kemenhaj Perketat Standar Kesehatan Jemaah Haji 2026
SinPo.id - Menteri Haji dan Umrah RI Mohammad Irfan Yusuf alias Gus Irfan menegaskan, pihaknya akan memperketat standar istitha'ah (kemampuan) kesehatan jemaah haji tahun 2026. Hal ini menyusul evaluasi besar-besaran terhadap tingginya angka kematian jemaah Indonesia pada musim haji tahun lalu.
"Tahun lalu Indonesia menerima banyak komplain dari Pemerintah Arab Saudi terkait tingginya angka jemaah yang meninggal dunia," kata Gus Irfan dalam acara Outlook Penyelenggaran Ibadah Haji 2026 di Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026.
Gus Irfan menerangkan, masalah kesehatan ini telah menjadi perhatian serius di tingkat internasional. Bahkan, Putra Mahkota Mohammed bin Salman sempat menyampaikan langsung bahwa jemaah Indonesia menyumbang hampir separuh dari total kematian jemaah haji di dunia.
Teguran tersebut menjadi dasar bagi Kemenhaj untuk melakukan evaluasi menyeluruh, terutama kesiapan fisik jemaah.
"Bukan berarti standar kita sebelumnya buruk, hanya saja tahun lalu ada kondisi yang menyebabkan standar tersebut tidak diterapkan secara penuh. Akibatnya, masih ada jemaah yang sebenarnya tidak layak secara kesehatan, tetapi tetap lolos berangkat," ujarnya.
Dia menerangkan, salah satu alasan pengetatan ini yaitu kebijakan baru dari Arab Saudi. Mereka berencana melakukan pemeriksaan kesehatan secara acak (random check) di bandara kedatangan jemaah.
"Jika nanti itu diperiksa ternyata tidak layak, tentu akan dipulangkan kembali dan saya tidak ingin ini terjadi seperti ini," ujarnya
Oleh karenanya, pemerintah memilih melakukan tindakan preventif sejak dari dalam negeri, agar tak ada jemaah yang dipulangkan ke tanah air.
"Saya tidak ingin hal itu terjadi. Daripada jamaah dipulangkan dari Arab Saudi, lebih baik tidak diberangkatkan sejak awal. Itulah alasan utama mengapa tahun ini istitha’ah kesehatan diperketat," tukasnya.
