Senator Lia Istifhama Apresiai RSI Jemursari atas Predikat Pengelolaan Keuangan yang Baik
SinPo.id - Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari Surabaya atas capaian predikat pengelolaan keuangan yang baik. Rumah sakit di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) tersebut dinilai berhasil menerapkan tata kelola keuangan yang profesional, transparan, dan akuntabel di tengah kompleksitas tantangan sektor kesehatan.
Menurut Senator Lia Istifhama, capaian tersebut membuktikan bahwa rumah sakit berbasis nilai keislaman dan ke-NU-an mampu mengelola institusi pelayanan publik secara modern tanpa meninggalkan prinsip amanah.
“RSI Jemursari telah menunjukkan bahwa nilai religius dan profesionalisme bisa berjalan beriringan. Predikat pengelolaan keuangan yang baik ini patut diapresiasi dan dijadikan contoh bagi rumah sakit lain, khususnya milik ormas keagamaan,” ujar Lia saat berkunjung ke RSI, dikutip Rabu, 7 Januari 2026.
Ia menambahkan, tata kelola keuangan yang sehat merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan layanan kesehatan. Dengan pengelolaan yang baik, rumah sakit tidak hanya mampu menjaga stabilitas operasional, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Ketika keuangan dikelola dengan prinsip good governance, maka dampaknya langsung dirasakan pasien dan tenaga kesehatan,” paparnya.
Sementara itu, Direktur Utama RSI Jemursari, dr. Bangun Trapsila Purwaka, menyampaikan bahwa capaian tersebut diraih berkat komitmen kuat seluruh jajaran dalam menerapkan prinsip pengelolaan perusahaan yang baik atau good corporate governance. Menurutnya, transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran menjadi nilai utama yang diterapkan dalam setiap proses pengelolaan keuangan rumah sakit.
“Capaian ini bukan hasil kerja individu, melainkan kerja kolektif seluruh jajaran—mulai dari direksi, manajemen, hingga unit-unit kerja terkait. Kami berkomitmen mengelola keuangan rumah sakit secara tertib, patuh regulasi, dan berorientasi pada keberlanjutan,” jelas dr. Bangun.
Ia juga menegaskan bahwa direksi tidak hanya berperan dalam perumusan kebijakan, tetapi turut melakukan pengawasan langsung terhadap aktivitas pengelolaan keuangan. “Kami melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala, bahkan turun langsung untuk memastikan setiap proses berjalan sesuai standar dan prinsip tata kelola yang baik,” tambahnya.
Ke depan, RSI Jemursari berkomitmen mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kepercayaan publik. Dengan tata kelola keuangan yang sehat, rumah sakit berharap dapat terus mengembangkan layanan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperluas manfaat bagi masyarakat luas.
