Tekan Dampak Lalu Lintas, DKI Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said di Malam Hari

Laporan: Sigit Nuryadin
Rabu, 07 Januari 2026 | 14:51 WIB
Ilustrasi. (SinPo.id/Antara)
Ilustrasi. (SinPo.id/Antara)

SinPo.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memilih mengerjakan pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said pada malam hari untuk menekan gangguan lalu lintas di salah satu ruas tersibuk di Jakarta. Pembongkaran dijadwalkan mulai Rabu pekan depan.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan, skema kerja malam dipilih karena Rasuna Said merupakan koridor perkantoran dan bisnis yang padat pada jam kerja.

“Kalau siang risikonya besar. Karena itu pembongkaran kita lakukan malam hari, supaya aktivitas masyarakat tetap berjalan,” kata Heru, Rabu, 7 Januari 2026.

Adapun sebanyak 98 tiang monorel akan dibongkar secara bertahap. Heru memastikan tidak ada penutupan jalur cepat selama proses berlangsung. 

"Pekerjaan hanya menggunakan jalur lambat dengan pengamanan lalu lintas terbatas," ungkap dia. 

Menurut Heru, pembongkaran tahap awal akan sepenuhnya dikerjakan oleh satuan tugas Bina Marga. Dia menyebut, pemerintah belum melibatkan pihak ketiga untuk pekerjaan awal agar pengendalian teknis dan biaya lebih terukur.

“Awalnya kita pakai sumber daya internal. Bina Marga harus siap,” tutur Heru. 

Setelah tiang monorel diangkat, lanjut Heru, Pemprov DKI akan langsung melakukan penataan jalan dan trotoar di Rasuna Said sisi timur. Dia mengatakan, penataan ini mencakup penyatuan jalur cepat dan jalur lambat yang selama ini terpisah akibat keberadaan tiang monorel.

Untuk keseluruhan penataan sepanjang sekitar 3,5 kilometer, dia mengungkapkan Pemprov DKI mengalokasikan anggaran sekitar Rp 100 miliar dari APBD 2026. 

"Anggaran tersebut mencakup perbaikan badan jalan, trotoar, dan pengaturan jalur transportasi umum," ujar dia. 

Heru menegaskan, pembongkaran tiang monorel tidak mengubah status kepemilikan aset. Struktur tiang tetap menjadi milik PT Adhi Karya, sementara lahan jalan merupakan aset Pemprov DKI.

“Setelah dibongkar, materialnya kami kembalikan ke pemilik aset. Detail teknisnya masih akan dibahas lebih lanjut,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI