Sosok Barry Pollack, Pengacara Julian Assange yang Kini Membela Nicolás Maduro di Pengadilan AS
SinPo.id - Mantan Presiden Venezuela Nicolás Maduro yang digulingkan dan kini menjalani proses hukum di Amerika Serikat akan diwakili oleh pengacara kawakan Barry Pollack. Sosok Pollack dikenal luas sebagai pengacara yang pernah membela pendiri WikiLeaks, Julian Assange, dalam salah satu kasus hukum paling kontroversial di dunia.
Barry Pollack mendampingi Maduro saat sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Federal Manhattan, New York, pada 5 Januari lalu. Dalam sidang tersebut, Maduro menyatakan tidak bersalah atas berbagai dakwaan berat yang menjeratnya, termasuk konspirasi narkoterorisme, perdagangan narkoba, dan senjata api, setelah diekstradisi melalui operasi militer Amerika Serikat.
Penunjukan Pollack menandai keseriusan Maduro dalam menghadapi persidangan yang diperkirakan akan menjadi sorotan global dan sarat dengan tantangan hukum, termasuk legalitas penangkapannya oleh militer AS.
Barry Pollack merupakan partner di firma hukum Harris St Laurent & Weschler LLP, sebuah firma butik berbasis di New York. Ia memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di dunia hukum pidana, dengan latar belakang pendidikan dari Indiana University dan Georgetown University School of Law. Sepanjang kariernya, Pollack kerap menangani klien kelas atas, mulai dari eksekutif perusahaan hingga pejabat tinggi pemerintahan.
Panduan firma hukum Chambers USA menggambarkan Pollack sebagai pengacara “teliti dan berpikir mendalam” yang “hidup dan bernapas dalam ruang sidang.” Reputasinya di kalangan elite hukum juga diakui oleh Andy Birrell, Presiden National Association of Criminal Defence Lawyers—organisasi yang pernah dipimpin Pollack—yang menyebutnya sebagai figur yang “sangat kredibel” dan berpengalaman dalam menangani perkara besar.
Nama Pollack semakin dikenal publik internasional setelah keberhasilannya mendampingi Julian Assange. Dalam kasus tersebut, Assange menghadapi dakwaan berdasarkan Undang-Undang Spionase AS terkait pembocoran dokumen rahasia negara. Melalui negosiasi panjang, Pollack berhasil mencapai kesepakatan pada 2024 yang memungkinkan Assange mengaku bersalah atas satu dakwaan ringan, keluar dari penjara di Inggris, dan kembali ke Australia.
Selain kasus Assange, Pollack juga mencatat sejumlah kemenangan penting, termasuk membebaskan Michael Krautz, mantan akuntan Enron, dari dakwaan penipuan pidana, serta membatalkan vonis terhadap Martin Tankleff yang sempat mendekam 17 tahun di penjara akibat salah vonis pembunuhan.
Dalam sidang awal Maduro, Pollack menyatakan akan menggugat apa yang ia sebut sebagai “penculikan militer” terhadap kliennya. Ia menegaskan Maduro adalah kepala negara berdaulat yang memiliki hak istimewa tertentu menurut hukum internasional, meski saat ini belum mengajukan permohonan pembebasan.
Sementara itu, istri Maduro sekaligus mantan ibu negara Venezuela, Cilia Flores, diwakili oleh pengacara Mark Donnelly dari firma Parker Sanchez & Donnelly. Dalam persidangan, Donnelly mengungkapkan bahwa Flores mengalami luka serius saat penangkapannya dan meminta pemeriksaan medis lanjutan.
Dengan tim hukum berpengalaman dan strategi agresif yang disiapkan, persidangan Nicolás Maduro diperkirakan akan menjadi salah satu perkara internasional paling kompleks dan penuh dinamika dalam sejarah peradilan Amerika Serikat.
