María Corina Machado Janji Segera Pulang ke Venezuela Usai Maduro Ditangkap AS, Sebut Represi Meningkat

Laporan: Tim Redaksi
Rabu, 07 Januari 2026 | 03:30 WIB
María Corina Machado (ABC NEWS)
María Corina Machado (ABC NEWS)

SinPo.id -  Pemimpin oposisi Venezuela, María Corina Machado, menyatakan akan kembali ke negaranya “secepat mungkin” menyusul penangkapan penguasa lama Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat. Pernyataan itu disampaikan Machado di tengah meningkatnya penangkapan dan represi yang diduga dilakukan oleh sisa-sisa rezim di dalam negeri.

Berbicara dalam program Hannity di Fox News pada Senin waktu setempat, Machado mengatakan momen saat ini menuntut kehadirannya kembali di Venezuela setelah lebih dari satu tahun hidup dalam persembunyian.

“Seperti yang selalu saya katakan, setiap hari saya memutuskan di mana saya bisa paling berguna bagi perjuangan kami,” ujar Machado. “Itulah alasan saya bersembunyi selama lebih dari 16 bulan, dan itulah juga alasan saya berbicara dari tempat saya berada sekarang. Namun, saya akan segera pulang ke rumah.”

Machado mengungkapkan kekhawatirannya terhadap situasi pasca penangkapan Maduro. Ia menyoroti adanya perintah eksekutif yang ditandatangani Maduro pada hari yang sama saat dirinya ditangkap dan diterbangkan keluar Venezuela oleh pasukan AS.

“Apa yang kita saksikan dalam 24 jam terakhir sangat mengkhawatirkan,” kata Machado.

Menurutnya, perintah tersebut menginstruksikan aparat untuk memburu warga Venezuela yang mendukung tindakan Amerika Serikat. Ia menyebut sedikitnya 14 jurnalis telah ditahan. Selain itu, dekrit keadaan darurat yang diterbitkan pada Sabtu dan dipublikasikan Senin memerintahkan polisi untuk “segera melakukan pencarian dan penangkapan nasional terhadap semua pihak yang terlibat dalam promosi atau dukungan atas serangan bersenjata Amerika Serikat.”

Machado menilai situasi ini harus diawasi secara ketat oleh rakyat Venezuela dan pemerintah AS. “Ini sangat mengkhawatirkan dan harus dipantau dengan serius. Kami percaya proses transisi harus terus berjalan,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Machado juga menyatakan keyakinannya bahwa Presiden AS Donald Trump layak menerima Hadiah Nobel Perdamaian. Ia menyebut penangkapan Maduro sebagai “langkah besar bagi kemanusiaan, kebebasan, dan martabat manusia.”

Machado mengungkapkan pernah berbicara dengan Trump pada 10 Oktober lalu, meski belum ada komunikasi lanjutan. Ia mengaku berbicara atas nama rakyat Venezuela untuk menyampaikan terima kasih, seraya menyebut sekitar 30 juta warga Venezuela kini semakin dekat dengan kebebasan.

Ketika ditanya apakah ia pernah secara resmi menawarkan Nobel Perdamaian kepada Trump, Machado menjawab, “Belum terjadi, tetapi saya sangat ingin menyampaikannya secara langsung. Ini adalah penghargaan dari rakyat Venezuela.”

Machado juga melontarkan kritik keras terhadap Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez yang dilantik sebagai presiden sementara. Ia menuding Rodríguez sebagai salah satu arsitek utama praktik penyiksaan, korupsi, dan perdagangan narkotika, serta menilai sosok tersebut tidak dapat dipercaya oleh komunitas internasional maupun investor.

Pernyataan Machado muncul beberapa hari setelah pemerintahan Trump mengumumkan penangkapan Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dalam operasi militer besar-besaran. Keduanya saat ini ditahan di New York dan menghadapi dakwaan terkait terorisme narkotika.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI