Demokrat Tegaskan Bakal Sejalan dengan Presiden Soal Sistem Pilkada

Laporan: Juven Martua Sitompul
Selasa, 06 Januari 2026 | 19:29 WIB
Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron (SinPo.id/ Galuh Ratnatika)
Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron (SinPo.id/ Galuh Ratnatika)

SinPo.id - Partai Demokrat memastikan bakal 'satu barisan' dengan sikap Presiden Prabowo Subianto dalam merespons isu perubahan sistem pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan dipilih oleh DPRD.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Herman Khaeron menyampaikan sikap partainya tersebut berangkat dari ketentuan Undang-Undang Dasar 1945 yang memberikan kewenangan kepada negara untuk mengatur mekanisme pemilihan kepala daerah melalui undang-undang.

"Oleh karena itu, baik pemilihan langsung maupun melalui DPRD merupakan pilihan yang sah dalam sistem demokrasi Indonesia," kata Herman dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Selasa, 6 Januari 2026.

Herman menyampaikan Partai Demokrat memandang pemilihan kepala daerah oleh DPRD sebagai salah satu opsi yang patut dipertimbangkan secara serius. Khususnya, dalam rangka memperkuat efektivitas pemerintahan daerah, meningkatkan kualitas kepemimpinan, serta menjaga stabilitas politik dan persatuan nasional.

Namun demikian, dia menegaskan bahwa Pilkada menyangkut kepentingan rakyat yang luas. Oleh karena itu, pembahasan kebijakan ini harus dilakukan secara terbuka, demokratis, dan melibatkan partisipasi publik, agar setiap keputusan yang diambil tetap mencerminkan kehendak rakyat dan semangat demokrasi.

"Bagi Partai Demokrat, prinsipnya jelas, apa pun mekanisme yang dipilih, demokrasi harus tetap hidup, suara rakyat harus tetap dihormati, dan persatuan nasional harus senantiasa dijaga sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 tidak melarang kepala daerah dipilih melalui DPRD, asalkan tetap dilakukan secara demokratis.

"Undang-undang tidak melarang sepanjang dilakukan secara demokratis," kata Tito kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Dia menilai pemilihan kepada daerah secara langsung oleh pemilih maupun dipilih melalui perwakilan di DPRD, keduanya tetap memenuhi definisi demokratis.

"Demokratis itu bisa dua, langsung dipilih rakyat atau melalui DPRD. UUD 45 tidak melarang," ujarnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI