Rahasia John Herdman Bawa Kanada ke Piala Dunia 2022, Mampu Loloskan Indonesia?

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 06 Januari 2026 | 03:24 WIB
John Herdman
John Herdman

SinPo.id -  Mantan pemain tim nasional Kanada, Jason deVos, membongkar rahasia kesuksesan John Herdman saat membawa Kanada mengakhiri penantian 36 tahun untuk tampil di Piala Dunia 2022 Qatar. Keberhasilan tersebut, menurut DeVos, tidak lahir semata dari strategi di papan taktik, melainkan dari pendekatan pembinaan karakter dan pembangunan kultur jangka panjang yang dimulai sejak akar rumput.

DeVos, yang menjabat sebagai director of development timnas Kanada pada periode Herdman menjadi pelatih kepala, menyebut filosofi Herdman berakar kuat pada pengembangan pemain jangka panjang.

“Dukungan John Herdman terhadap prinsip pengembangan pemain jangka panjang, termasuk penggunaan aktivitas latihan dan format permainan yang sesuai usia dan tahap perkembangan, menegaskan bahwa jalur menuju level elite dimulai dari akar rumput,” kata DeVos, dikutip dari Canada Soccer, Senin 5 Januari 2026.

PSSI sendiri baru saja memperkenalkan John Herdman sebagai pelatih baru timnas Indonesia pada Sabtu lalu. Pelatih asal Inggris berusia 50 tahun itu datang dengan reputasi global, bukan hanya sebagai perancang taktik, tetapi juga pembangun budaya tim melalui pendekatan brotherhood atau persaudaraan di ruang ganti.

Rekam jejak Herdman di Kanada, baik saat menangani tim putra maupun putri, menunjukkan perubahan besar yang dimulai dari pembenahan mental, ego, dan dinamika ruang ganti. Di bawah kepemimpinannya, Kanada dikenal memiliki kohesi tinggi, rasa saling percaya, serta identitas kolektif yang kuat hingga ke level pembinaan usia dini.

“Pendekatan itu sejalan dengan prinsipnya yang berfokus pada pengajaran dasar-dasar permainan kepada pemain muda, sehingga memberi mereka peluang terbaik mencapai level elite,” ujar DeVos, yang mencatatkan 49 caps bersama timnas Kanada.

Budaya persaudaraan yang dibangun Herdman juga dirasakan langsung oleh para pemain. Junior Hoilett, anggota skuad Kanada di Piala Dunia 2022, menggambarkan Herdman sebagai sosok yang mampu menciptakan tim tanpa ego pribadi.

“Apa yang dibangun John Herdman adalah budaya persaudaraan yang nyata. Semua orang berada di jalur yang sama dan tahu mengapa mereka berada di sini untuk tim nasional,” tutur Hoilett.

Dampak kepemimpinan Herdman bahkan melampaui sepak bola. Rhian Wilkinson, mantan pemain timnas putri Kanada, menilai Herdman memberi pengaruh besar secara personal.

“Pengaruh John Herdman sangat besar dan hanya sebagian kecil yang berkaitan langsung dengan sepak bola. Ia mungkin telah mengubah saya sebagai pribadi,” ujar Wilkinson.

Senada, Diana Matheson menegaskan keberhasilan Herdman tidak hanya diukur dari kemenangan, tetapi dari proses dan nilai yang dibangun.

“Di tim John Herdman, yang penting bukan hanya hasil akhir, tetapi bagaimana kita mencapainya dan menjadi orang Kanada yang baik dalam skuad nasional,” kata Matheson.

Herdman sendiri menegaskan bahwa kesuksesan tim nasional berangkat dari fondasi sistem dan kultur yang kuat.
“Saat kami membangun kembali program timnas putri Kanada, semuanya dimulai dari nol, dari sistem high-performance hingga pengembangan talenta,” ujar Herdman.

Selain dikenal sebagai pembangun budaya, Herdman juga dipuji sebagai pelatih kaya taktik. Penyerang Kanada Jonathan David, yang kini membela Juventus dan mencetak 37 gol untuk timnas, menyebut Herdman selalu memiliki rencana berbeda di setiap laga.

“Ia selalu tahu apa yang harus dilakukan dan memiliki taktik berbeda untuk setiap pertandingan,” ujar David, dikutip dari keterangan resmi PSSI.

Di Kanada, Herdman dikenal fleksibel dalam pendekatan permainan. Ia kerap mengubah formasi dari 3-4-2-1, 4-4-2, 3-5-2, hingga 4-2-3-1, bahkan di tengah pertandingan.
“Kami selalu mencoba memahami adaptasi apa yang bisa menciptakan kekacauan terbesar bagi lawan,” kata Herdman.

Pendekatan ini membuat Kanada sulit ditebak dan akhirnya lolos ke Piala Dunia 2022 Qatar, Piala Dunia pertama mereka setelah 36 tahun. Pengalaman menghadapi tim-tim Asia juga menjadi modal penting bagi Herdman saat menangani Indonesia, termasuk hasil positif melawan Jepang, Qatar, dan Bahrain dengan variasi formasi berbeda.

Karakter fleksibel ini dinilai sejalan dengan profil pemain Indonesia yang cepat, dinamis, dan kuat dalam transisi. Dengan banyaknya talenta sayap dan pemain agresif, Herdman dinilai memiliki ruang luas untuk mengeksplorasi variasi skema permainan.

PSSI menegaskan penunjukan Herdman bukan proyek jangka pendek. Dalam keterangan resminya, PSSI menyebut Herdman sebagai bagian dari proyek panjang sepak bola nasional. Pelatih asal Inggris itu dikontrak dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun (2+2) dan juga menangani timnas U-23 untuk memastikan kesinambungan pembinaan.

“Kehadiran John Herdman diposisikan sebagai bagian dari proyek jangka panjang sepak bola nasional,” tulis PSSI.

Langkah ini mendapat respons positif dari berbagai pihak. Legenda timnas Indonesia, Rully Nere, menilai kehadiran Herdman membuka peluang besar bagi penguatan ekosistem kepelatihan nasional.

“Para pelatih lokal bisa menimba ilmu dari John Herdman,” ujarnya.

Sementara itu, pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza berharap Herdman mampu membawa tim Garuda melangkah lebih jauh.

“Saya berharap prosesnya berjalan dengan baik untuk bisa masuk Piala Dunia,” kata Mauricio.

Dengan rekam jejak membangun budaya, karakter, dan fleksibilitas taktik, John Herdman kini diharapkan mampu menularkan kesuksesan yang sama bersama timnas Indonesia.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI