Komisi X DPR Nilai Penunjukan John Herdman Jadi Langkah Strategis Bangun Arah Baru Timnas
SinPo.id - Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menilai penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia oleh PSSI merupakan langkah strategis yang menandai keseriusan membangun arah baru sepak bola nasional yang lebih profesional, terukur, dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Hetifah menanggapi keputusan PSSI menunjuk Herdman yang memiliki rekam jejak internasional kuat, termasuk keberhasilannya membawa tim nasional putra dan putri Kanada tampil di ajang Piala Dunia.
“Dengan rekam jejak internasional yang kuat, termasuk keberhasilan membawa tim nasional putra dan putri Kanada ke Piala Dunia, John Herdman diharapkan tidak hanya menghadirkan peningkatan prestasi jangka pendek, tetapi juga meletakkan fondasi pembinaan sepak bola nasional yang kokoh dan sistemik,” ujar Hetifah kepada Parlementaria, Senin 5 Januari 2026
Hetifah berharap kepemimpinan Herdman mampu mendorong peningkatan kualitas permainan, kedisiplinan taktik, serta mental bertanding para pemain Timnas Indonesia di seluruh level kompetisi. Namun, ia menegaskan bahwa peningkatan prestasi tersebut harus ditopang oleh pendekatan pembinaan jangka panjang yang konsisten dan terencana.
Komisi X DPR RI pun menekankan sejumlah catatan penting yang perlu menjadi perhatian. Pertama, regenerasi dan pembinaan pemain muda harus menjadi prioritas utama. Pelatih baru diharapkan mampu memaksimalkan potensi talenta muda Indonesia dan membangun kesinambungan tim nasional, bukan sekadar mengandalkan pemain siap pakai.
Kedua, pemilihan pemain harus dilakukan secara objektif dan adil, baik terhadap pemain lokal maupun diaspora yang berkarier di luar negeri, dengan parameter teknis yang jelas dan transparan.
Ketiga, sinergi antara Timnas, klub-klub lokal, dan sistem kompetisi nasional dinilai mutlak diperlukan. Tanpa hubungan yang sehat antara tim nasional, klub, dan operator liga, prestasi jangka panjang akan sulit diwujudkan.
Keempat, pencarian bakat secara inklusif hingga ke daerah-daerah perlu diperkuat agar pengembangan sepak bola Indonesia tidak terpusat di wilayah tertentu, melainkan benar-benar mencerminkan potensi nasional.
“Komisi X juga mengingatkan bahwa agenda padat Timnas sepanjang 2026, mulai dari FIFA Match Day hingga Piala AFF, tidak boleh menjebak sepak bola Indonesia pada orientasi hasil instan semata. Evaluasi kinerja pelatih dan tim harus dilakukan secara objektif, berbasis proses, dan berorientasi pada penguatan ekosistem sepak bola nasional,” tutur politisi Partai Golkar tersebut.
Pada akhirnya, Komisi X DPR RI menyatakan dukungan penuh terhadap langkah PSSI menghadirkan pelatih dengan reputasi global. Namun, dukungan itu disertai penegasan pentingnya akuntabilitas, keberlanjutan pembinaan, serta keberpihakan pada pengembangan talenta nasional.
“Sepak bola Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kemenangan. Ia membutuhkan sistem yang kuat, visi jangka panjang, dan komitmen bersama untuk maju secara konsisten,” pungkas Hetifah.

