Evaluasi Angkutan Nataru Jadi Landasan Persiapan Angkutan Lebaran 2026

Laporan: Tio Pirnando
Senin, 05 Januari 2026 | 20:12 WIB
Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi. (SinPo.id/dok. Dephub)
Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi. (SinPo.id/dok. Dephub)

SinPo.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menilai, beban kerja penyelenggaraan angkutan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), benar-benar tidak biasa, karena diwarnai bencana yang terjadi di tiga provinsi, Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Namun, ia bersyukur, secara umum penyelenggaraan angkutan Nataru 2025/2026 berjalan dengan baik, terkendali dan lancar. 

"Pada tahun ini, beban kerja kita benar-benar berlapis. Kita menjalankan tugas pelayanan transportasi rutin, melayani operasional angkutan Nataru, dan pada saat yang sama kita juga terlibat langsung dalam mendukung penanganan bencana, sejak awal kejadian sampai masa-masa pemulihan yang panjang. Kerja kolektif bersama seluruh stakeholder inilah yang membuat Posko Nataru tetap berjalan dengan baik dan fungsi layanan transportasi nasional dapat tetap terjaga," kata Dudy saat menutup Posko Pusat Angkutan Nataru di Jakarta, Senin, 5 Januari 2026.  

Dudy menyampaikan, berdasarkan pemantauan posko sejak dibuka 18 Desember 2025 hingga saat ini, seluruh dinamika pergerakan masyarakat di lapangan, seperti aspek keselamatan, arus kendaraan, hingga ketepatan waktu layanan, telah tercatat dan terhimpun secara digital guna evaluasi secara menyeluruh. 

Adapun data-data yang sudah dihimpun itu nantinya bukan sekadar dijadikan laporan semata, tetapi bakal dijadikan dasar penting dalam penyusunan langkah antisipatif dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun 2026. 

Menurut Dudy, berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, angkutan Lebaran menghadirkan kompleksitas yang lebih tinggi dibanding angkutan Nataru.

Sebagai tindak lanjut penyelenggaraan angkutan Nataru 2025/2026, Dudy menyatakan bahwa terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama untuk penyelenggaraan angkutan Lebaran dan Nataru di masa mendatang.

Pertama, kesiapan sarana dan prasarana khususnya moda kereta api, bus, penyeberangan, dan angkutan laut harus mulai dipastikan sejak jauh-jauh hari, baik dari segi jumlah armada maupun kondisi teknisnya. Kedua, penguatan manajemen operasional dan pengaturan kapasitas di simpul-simpul transportasi, termasuk terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara, agar lonjakan pergerakan dapat dikelola secara lebih terkendali. 

Ketiga, aspek keselamatan dan pengawasan tetap harus menjadi prioritas utama, melalui inspeksi teknis, pengendalian operasional, serta disiplin terhadap standar keselamatan. Terakhir, optimalisasi pemanfaatan data dan sistem digital dalam mendukung pengambilan keputusan lintas sektor, agar seluruh stakeholder dapat merespons lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Lebih lanjut, Dudy mengajak seluruh pihak untuk terus mendoakan dan memberikan dukungan terbaik bagi saudara-saudara yang terdampak bencana.

"Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan ekstra, perasaan empati, serta koordinasi lintas sektor yang lebih intensif. Dalam situasi seperti ini, kehadiran negara melalui kerja nyata dan pelayanan yang maksimal dari seluruh jajaran menjadi sangat penting dan bermakna bagi masyarakat," ungkapnya .

Dudy menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak, mulai dari Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, TNI/Polri, BUMN, operator transportasi, asosiasi, dan seluruh petugas di lapangan, yang telah menyukseskan angkutan Nataru 2025/2026. 

Dudy berharap evaluasi dan pembelajaran pada penyelenggaraan Nataru 2025/2026 dapat menjadi bekal bagi seluruh stakeholder untuk menyiapkan angkutan Lebaran tahun 2026. "Semoga angkutan Lebaran tahun ini dapat berlangsung lebih aman, selamat, dan tertib," tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI