Home /

Pimpinan MPR Ingatkan Potensi Krisis Energi Imbas Serangan AS ke Venezuela

Laporan: Juven Martua Sitompul
Senin, 05 Januari 2026 | 14:51 WIB
Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno. (Ashar/SinPo.id)
Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno. (Ashar/SinPo.id)

SinPo.id - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno mendorong pemerintah mengantisipasi potensi gejolak harga minyak dan krisis energi akibat serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela.

Menurut Eddy, imbas dari serangan AS dapat memengaruhi harga minyak global karena Venezuela merupakan salah satu pemasok minyak mentah di pasar global.

"Perlu ada tindakan antisipasi dari kementerian terkait melihat efek jangka pendek maupun jangka panjang dari situasi ini. Terutama kemungkinan kenaikan harga minyak dunia karena permintaan yang tinggi namun stok atau pasukan global berkurang," kata Eddy dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 5 Januari 2026.

Legislator dari Fraksi PAN itu menilai langkah antisipasi yang tepat dapat menyelamatkan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dari dampak kerugian akibat potensi koreksi harga minyak dunia akibat krisis tersebut.

"Sebelum krisis ini merembet pada dampak yang meluas, antisipasi saat ini bisa dilakukan. Pilihan kebijakan yang relevan akan membantu menjaga 'sehat'-nya APBN kita," kata Eddy.

Di sisi lain, dia menyampaikan bahwa krisis di Venezuela menjadi momentum penting untuk memperkuat ketahanan energi dengan terus mempercepat transisi menuju energi terbarukan.

"Sejak awal saya sampaikan bahwa ketergantungan kita terhadap impor sumber-sumber energi dapat dikurangi dengan mempercepat transisi menuju energi terbarukan dari sumber-sumber dalam negeri," ucapnya.

Dia menegaskan krisis Venezuela menjadi alarm bahwa ketahanan energi mutlak diperkuat untuk mengurangi ketergantungan pada negara lain atau pihak-pihak lainnya.

Eddy menyatakan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan energi semakin relevan dengan dinamika geopolitik yang saat ini terjadi.

"Karena itu, kami mendukung Presiden Prabowo memperkuat ketahanan energi kita dan untuk segera menghilangkan paradoks energi dengan secara penuh mengandalkan sumber-sumber energi dalam negeri," ujarnya.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI