Arus Balik Nataru Mulai Terasa, Bandara Bali Padat, Penumpang Kereta Tembus 4,1 Juta

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 05 Januari 2026 | 01:35 WIB
Masyarakat memasuki kapal Pelni (SinPo.id/ Dok. Kemenhub)
Masyarakat memasuki kapal Pelni (SinPo.id/ Dok. Kemenhub)

SinPo.id -  Arus balik wisatawan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) mulai terasa di berbagai moda transportasi dan daerah tujuan wisata. Peningkatan pergerakan tercatat di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, kunjungan wisata di Kabupaten Garut, hingga lonjakan signifikan penumpang kereta api nasional.

Bandara I Gusti Ngurah Rai mencatat tren peningkatan penumpang keberangkatan sejak awal Januari 2026. Kepala Divisi Komunikasi dan Legal Bandara I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, menyebut dalam tiga hari terakhir pergerakan penumpang didominasi arus balik.

“Dalam 3 hari terakhir, tren pergerakan penumpang didominasi aktivitas keberangkatan, menandakan arus balik sudah mulai terjadi,” ujarnya di Denpasar, Minggu.

Pada Kamis (1/1), dari total 70.071 penumpang, tercatat 16.124 penumpang domestik dan 21.707 penumpang internasional berangkat meninggalkan Bali. Tren ini meningkat pada Jumat (2/1) dengan 17.978 penumpang domestik dan 25.225 penumpang internasional dari total 77.367 penumpang.

Dominasi keberangkatan berlanjut pada Sabtu (3/1) dengan total 74.866 penumpang, di mana 59 persen penumpang domestik dan 54 persen penumpang internasional tercatat meninggalkan Bali. Posko Nataru Bandara Ngurah Rai akan beroperasi hingga 5 Januari 2026.

Selama 20 hari Posko Nataru (15 Desember 2025–3 Januari 2026), bandara ini melayani 1.408.753 penumpang, naik 6 persen dibandingkan rata-rata harian sebelumnya. Trafik pesawat juga meningkat 11 persen dengan total 8.648 pergerakan.

Sementara itu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mencatat lonjakan kunjungan wisatawan selama libur akhir tahun. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Garut melaporkan 124.250 wisatawan berkunjung ke 26 destinasi wisata sejak 25 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, meningkat dari 102 ribu wisatawan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Destinasi favorit meliputi Cipanas Garut, Darajat, Gunung Papandayan, kawasan pantai selatan, hingga wisata danau. Kepala Disparbud Garut Budi Gan Gan menyebut promosi digital, termasuk media sosial, turut mendorong peningkatan kunjungan.

Di sektor transportasi darat, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penjualan tiket Angkutan Nataru 2025/2026 mencapai 4.135.783 tiket, tumbuh 10,86 persen dibandingkan periode sebelumnya. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyebut lonjakan didorong mobilitas antarwilayah yang fleksibel.

Dari jumlah tersebut, tiket KA jarak jauh terjual 3.363.058 tiket dan KA lokal sebanyak 772.725 tiket, dengan tingkat keterisian agregat mencapai 118 persen. Puncak pergerakan terjadi pada 28 Desember 2025 dengan 269.719 pelanggan.

Di tingkat daerah, KAI Daop 7 Madiun mengoperasikan 1.548 perjalanan KA dan melayani 357.076 penumpangselama periode 18 Desember 2025–4 Januari 2026. Arus balik mendominasi, terutama di stasiun Madiun, Kediri, Jombang, Blitar, dan Tulungagung.

Rangkaian data ini menunjukkan bahwa arus balik Nataru 2025/2026 berlangsung masif, baik melalui udara, darat, maupun di kawasan wisata, seiring berakhirnya masa liburan dan kembalinya masyarakat ke aktivitas rutin.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI