PU Kebut Pemulihan Infrastruktur Sumber Daya Air di Aceh

Laporan: Tio Pirnando
Sabtu, 03 Januari 2026 | 17:52 WIB
Ilustrasi infrastruktur sumber daya air di Aceh terdampak bencana. (SinPo.id/dok. PU)
Ilustrasi infrastruktur sumber daya air di Aceh terdampak bencana. (SinPo.id/dok. PU)

SinPo.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan penanganan darurat bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh akibat dampak cuaca ekstrem Siklon Tropis Senyar. Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada akhir November 2025, memicu genangan banjir, banjir bandang, dan longsor yang berdampak pada permukiman serta infrastruktur sumber daya air di berbagai kabupaten/kota.

Menteri PU Dody Hanggodo memastikan, pihaknya bekerja maksimal agar fungsi infrastruktur sumber daya air kembali normal, guna menekan risiko banjir susulan. 

"Penanganan darurat kami fokuskan pada pembersihan sedimen, normalisasi sungai, serta perbaikan alur sungai di titik-titik kritis agar aliran air kembali lancar dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman," ujar Dody dalam keterangannya, Sabtu, 3 Januari 2026. 

Dody menyampaikan, per Jumat kemarin, Kementerian PU telah mengerahkan total 33 unit alat berat yang tersebar di beberapa wilayah terdampak, antara lain Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Aceh Barat, Aceh Utara, Aceh Tenggara, Bireuen, dan Aceh Tamiang. Selain itu, 100 buah geobag juga disalurkan untuk penanganan darurat banjir di wilayah Pidie.

Di Kabupaten Pidie, penanganan difokuskan pada Bendung Tiro melalui pembersihan sampah dan sedimen sepanjang rencana penanganan 1.600 meter, serta normalisasi Sungai Krueng Tiro di Blang Rikul. 

Sementara itu di Kabupaten Pidie Jaya, dilakukan pembersihan kayu dan pelebaran Sungai Krueng Meureudu dengan progres mencapai 900 meter dari rencana 1.500 meter, serta normalisasi Krueng Jeulanga sepanjang 100 meter.

Penanganan juga dilakukan di Kabupaten Bireuen melalui perbaikan alur Sungai Krueng Peusangan dan pembersihan akses serta fasilitas di kawasan Krueng Samalanga. Di Kabupaten Aceh Utara, Kementerian PU melaksanakan pembersihan sampah dan sedimentasi di Bendung Jambo Aye untuk memulihkan fungsi bendung pascabanjir.

Sedangkan di Kabupaten Aceh Tenggara, penanganan difokuskan pada perbaikan alur Sungai Lawe Alas di beberapa desa dengan total progres penanganan mencapai 1.100 meter, serta perbaikan alur Sungai Lawe Bulan di Desa Simpang IV. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi risiko luapan sungai yang berulang.

Sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, Kementerian PU juga melaksanakan pembangunan sumur bor darurat di Kabupaten Aceh Tamiang guna mendukung ketersediaan air bersih pascabencana.

Kementerian PU akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan BPBD untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal, sekaligus menyiapkan langkah-langkah mitigasi jangka menengah dan panjang guna memperkuat ketahanan wilayah Aceh terhadap bencana hidrometeorologi di masa mendatang. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI