Polri Masukkan Kurikulum Eksploitasi Wanita ke Mata Kuliah Bintara Polwan
SinPo.id - Polri memasukkan kurikulum penanganan kasus perempuan dan anak ke mata kuliah S1 Bintara Polwan di STIK-PTIK. Langkah ini untuk melakukan penguatan pendidikan yang merupakan bagian penting dari strategi jangka panjang Polri dalam perlindungan perempuan dan anak.
"Kurikulum mata kuliah Ini untuk mencetak personel yang profesional, humanis, dan memiliki kepekaan terhadap isu-isu perlindungan kelompok rentan," kata Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu, Sabtu, 3 Januari 2026.
Pihaknya juga terus melakukan transformasi dalam penanganan kasus perempuan dan anak. Salah satu lewat penguatan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) yang mengedepankan pendekatan humanis dan berorientasi pada perlindungan korban.
"Perlindungan perempuan dan anak menjadi salah satu prioritas kebijakan Polri, seiring masih tingginya kasus kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, serta berbagai bentuk pelanggaran hukum lainnya yang menimpa kelompok rentan," ujarnya.
Melalui penguatan kurikulum, kata dia, diharapkan bisa membangun sistem perlindungan perempuan dan anak yang lebih komprehensif, inklusif, serta berorientasi pada keadilan dan pemulihan korban.
"Komitmen Polri untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan zaman, demi mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan," tegasnya.
