HIPMI Puji Penguatan IHSG Awal 2026, Bikin Pengusaha Menengah Optimis

Laporan: Tio Pirnando
Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:47 WIB
Ketua BPP HIPMI Bidang Sinergitas Danantara, BUMN dan BUMD Anthony Leong. (SinPo.id/dok. Pribadi)
Ketua BPP HIPMI Bidang Sinergitas Danantara, BUMN dan BUMD Anthony Leong. (SinPo.id/dok. Pribadi)

SinPo.id - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menganggap penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal tahun sebagai sinyal positif bagi perekonomian nasional dan iklim usaha. Karenanya, momentum ini perlu dimanfaatkan secara strategis untuk memperkuat sektor riil, khususnya pengusaha kelas menengah dan UMKM.

Menurut Ketua BPP HIPMI Bidang Sinergitas Danantara, BUMN dan BUMD Anthony Leong, penguatan IHSG mencerminkan optimisme pasar terhadap fundamental ekonomi Indonesia serta arah kebijakan pemerintah yang semakin fokus pada stabilitas dan pertumbuhan jangka menengah dan panjang. 

"Tentu ini menjadi hal yang sangat baik, menunjukkan optimisme pasar terhadap arah kebijakan ekonomi dan prospek pertumbuhan nasional. Pasar modal yang menguat harus diterjemahkan menjadi penguatan ekonomi riil. Di sinilah peran pengusaha kelas menengah dan UMKM menjadi sangat penting," ujar Anthony dalam keterangannya, Sabtu, 3 Januari 2026. 

Anthony menilai, penguatan IHSG di awal tahun tidak lepas dari langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi. Untuk itu, ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menunjukkan komitmen kuat terhadap penguatan ekonomi nasional, serta konsistenai Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam menjaga disiplin fiskal dan kepercayaan pasar.

"Apresiasi sebesar besarnya terhadap Presiden Prabowo dan juga Pak Menkeu Purbaya dalam hadirkan stabilitas fiskal dan arah kebijakan yang jelas. Hal ini tentu memberi rasa aman bagi pelaku usaha. Ini fondasi penting agar pengusaha, terutama di sektor menengah dan UMKM, berani berinvestasi dan melakukan ekspansi," kata Anthony.

Lebih lanjut, Anthony mendorong agar momentum positif ini diikuti dengan kebijakan konkret, seperti perluasan akses pembiayaan yang terjangkau, insentif usaha, serta kemudahan regulasi bagi pengusaha menengah dan UMKM agar mampu tumbuh berkelanjutan.

HIPMI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memastikan agar pertumbuhan ekonomi bersifat inklusif dan tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu.

"Jika pengusaha menengah dan UMKM diperkuat, maka dampak penguatan pasar modal akan terasa langsung ke masyarakat luas," tuturnya. 

Anthony memandang, selama ini perhatian kebijakan dan pembiayaan sering kali terpolarisasi seperti UMKM mikro di satu sisi dan korporasi besar di sisi lain. Sementara itu, pengusaha kelas menengah yang sudah memiliki skala usaha, menyerap tenaga kerja, dan terhubung dengan rantai pasok nasional justru kerap kurang mendapatkan perhatian yang memadai.

"Pengusaha menengah ini sering berada di wilayah abu-abu. Tidak lagi kecil, tapi belum besar. Padahal mereka adalah tulang punggung ekonomi, pencipta lapangan kerja, dan jembatan penting bagi UMKM untuk naik kelas," tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI