Kemendag Salurkan 100 Unit Tenda untuk Digunakan 295 Pedagang Pasar Aceh Tamiang
SinPo.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyalurkan bantuan sebanyak 100 unit untuk para pedagang di Pasar Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, yang terdampak bencana. Bantuan ini merupakan hasil penggalangan dana sukarela dari pegawai Kemendag, pelaku usaha, serta masyarakat umum melalui platform Kemendag Peduli.
"Kami berupaya untuk segera memulihkan kondisi pasar dan mengaktifkan kembali aktivitas perdagangan di lokasi terdampak," kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Iqbal Shoffan Shofwan, dikutip Jumat, 2 Januari 2026.
Iqbal menjelaskan, berdasarkan catatan Kemendag hingga 31 Desember 2025, terdapat 32 Pasar Rakyat di Aceh Tamiang yang mengalami kerusakan berat akibat bencana alam ini. Dan, salah salah satu yang terdampak serius, yaitu Pasar Kuala Simpang, yang telah menjadi pusat niaga sejak tahun 1982. Kondisi lorong-lorong pasar yang dipenuhi endapan lumpur membuat aktivitas ekonomi seolah mati suri.
Akibat air bercampur lumpur yang merangsek masuk ke area pasar, memaksa aktivitas jual-beli terhenti seketika, memutuskan akses masyarakat terhadap barang kebutuhan pokok (bapok), dan melumpuhkan sumber pendapatan para pedagang.
Karena itu, melalui program Kemendag Peduli, pihaknya bergerak cepat untuk memulihkan infrastruktur perdagangan dan meringankan beban masyarakat.
Saat ini, fokus utama diarahkan pada pemulihan fungsi pasar rakyat agar rantai distribusi bapok kembali normal dan pedagang dapat kembali berdaya.
"Harapannya, para pedagang dapat segera kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman untuk menyambung penghidupan mereka," ujar Iqbal.
Bantuan secara simbolis diterima oleh Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, UMKM, dan Perindustrian Kabupaten Aceh Tamiang, Ibnu Aziz. Kehadiran 100 unit tenda ini diproyeksikan akan membantu setidaknya 295 pedagang untuk segera mulai berjualan kembali sembari menunggu fase rehabilitasi bangunan pasar selesai dilakukan secara menyeluruh.
Iqbal menambahkan, dukungan pemulihan ini tak hanya terfokus di Aceh, tetapi juga mencakup wilayah terdampak lainnya di Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Kemendag terus bersinergi dengan lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan pasar rakyat kembali berfungsi sebagaipilar ekonomi masyarakat setempat.
Melalui berdirinya tenda-tenda darurat ini, harapan perlahan kembali tumbuh. Para pedagang mulai menata kembali lapak-lapak mereka, dan masyarakat bisakembali mendapatkan bapokdengan lebih mudah.
"Berfungsinya kembali Pasar Kuala Simpang bukan sekadar tentang transaksi jual-beli, melainkan simbol kebangkitan dan ketangguhan masyarakat Aceh Tamiang dalam menyusun kembali kelanjutan hidup pascabencana," tukas Iqbal.
