Tim Kemanusiaan PBB Kunjungi el-Fasher di Sudan Usai Dikuasai RSF

Laporan: Galuh Ratnatika
Jumat, 02 Januari 2026 | 01:20 WIB
Ilustrasi konflik Sudan (SinPo.id/UNICEF)
Ilustrasi konflik Sudan (SinPo.id/UNICEF)

SinPo.id - Tim kemanusiaan PBB mengunjungi el-Fasher di wilayah Darfur, Sudan, untuk pertama kalinya sejak pasukan paramiliter (RSF) menguasai kota itu dan melakukan aksi brutal yang menewaskan ratusan orang.

Dalam kunjungan beberapa jam tersebut, tim kemanusiaan PBB menemukan ratusan orang masih tinggal di sana, namun kekurangan akses yang memadai terhadap makanan, persediaan medis, dan tempat tinggal yang layak.

“Itu adalah misi yang menegangkan karena kami memasuki wilayah yang tidak kami ketahui, ke lokasi kejahatan besar,” kata Denise Brown, koordinator kemanusiaan PBB untuk Sudan, dilansir dari AP, Kamis, 1 Januari 2025.

Selama dua bulan terakhir, el-Fasher hampir sepenuhnya terputus dari dunia luar. Sehingga tidak dapat dipastikan berapa banyak orang yang masih tinggal di sana dan jumlah korban tewas akibat pengambilalihan pasukan RSF.

Menurut para penyintas yang berhasil melarikan diri dari el-Fasher, pasukan RSF menembaki warga sipil di rumah-rumah dan di jalanan, meninggalkan kota yang dipenuhi mayat. Kemudian mereka membuang mayat di kuburan massal.

Selanjutnya, Tim PBB mengunjungi Rumah Sakit Saudi, tempat para pasukan RSF dilaporkan membunuh 460 pasien dan pendamping mereka selama pengambilalihan.

"Bangunannya ada di sana, jelas telah dibersihkan," kata Brown tentang rumah sakit tersebut. "Tetapi itu sama sekali tidak berarti bahwa kisah ini telah dihapus karena orang-orang yang melarikan diri, melarikan diri dengan kisah itu," tandasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI