Pemprov DKI Ganti Euforia Tahun Baru dengan Doa dan Donasi

Laporan: Sigit Nuryadin
Rabu, 31 Desember 2025 | 19:48 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)

SinPo.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengubah konsep perayaan malam Tahun Baru 2026 dengan menanggalkan kemeriahan dan menggantinya dengan agenda doa bersama serta penggalangan donasi bagi korban bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan langkah itu diambil sebagai bentuk empati Jakarta terhadap daerah-daerah yang tengah menghadapi musibah.

“Jakarta ingin hadir bukan dengan kegembiraan yang berlebihan, tetapi dengan solidaritas,” kata Pramono, Rabu, 31 Desember 2025.

Menurut Pramono, perubahan konsep ini juga tercermin dari tema perayaan tahun baru yang diusung Pemprov DKI, yakni Jakarta Global City: From Jakarta With Love. Adapun tema tersebut dimaksudkan untuk menegaskan posisi Jakarta sebagai kota global yang tetap menjunjung nilai kemanusiaan.

Pemprov DKI, kata dia, akan menggelar doa dan kontemplasi bersama sebagai bagian utama acara malam pergantian tahun. Doa lintas agama akan dilaksanakan di berbagai titik perayaan. 

“Kami mengajak seluruh warga untuk sejenak berhenti, merenung, dan mendoakan agar bencana ini segera teratasi,” tuturnya. 

Di Bundaran Hotel Indonesia, kata dia, sejumlah pemuka agama dijadwalkan hadir, antara lain Ustadz Muhammad Nur Maulana, Habib Husein bin Ja’far Al Hadar, KH Yusuf Aman, Romo Antonius Suyadi Pr, Pendeta Arliyanus Larosa, serta perwakilan rohaniwan Hindu, Buddha, dan Konghucu.

Selain doa bersama, lanjutnya, Pemprov DKI juga membuka pengumpulan donasi untuk membantu korban bencana. Penggalangan dana dilakukan bekerja sama dengan Baznas-Bazis DKI Jakarta dan menggunakan sistem digital. 

“Donasi bisa dilakukan melalui QRIS maupun transfer. Jumlahnya akan ditampilkan secara langsung,” kata Pramono.

Dia berharap keterbukaan informasi tersebut dapat mendorong partisipasi publik sekaligus memastikan akuntabilitas penyaluran bantuan.

"Kami ingin pesan empati ini terasa kuat. Kesederhanaan justru menjadi makna utama perayaan tahun ini,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI