Home /

Keselamatan Penerbangan Nataru, BMKG Pastikan Data Cuaca Terus Terupdate di Bandara

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 30 Desember 2025 | 12:38 WIB
Keselamatan Penerbangan Nataru, BMKG Pastikan Data Cuaca Terus Terupdate di Bandara (SinPo.id/BMKG)
Keselamatan Penerbangan Nataru, BMKG Pastikan Data Cuaca Terus Terupdate di Bandara (SinPo.id/BMKG)

SinPo.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan integrasi data dan informasi cuaca berjalan optimal dalam mendukung keselamatan penerbangan selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. 

Hal tersebut ditegaskan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani saat melakukan kunjungan ke Posko Utama Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta serta Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta.

Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau kesiapan posko selama periode padat lalu lintas udara akhir tahun. Pada kesempatan tersebut, dibahas secara mendalam mekanisme pemanfaatan data BMKG dalam briefing operasional Airport Operation Control Center (AOCC).

"BMKG secara rutin menyediakan prakiraan cuaca hingga 24 jam ke depan sebagai dasar perencanaan operasional bandara. Informasi kondisi cuaca untuk kegiatan lepas landas dan pendaratan pesawat diperbarui setiap 30 menit. Apabila terdeteksi potensi perubahan cuaca signifikan dalam kurun waktu dua jam ke depan, BMKG akan segera menerbitkan Special Report,"ujar Faisal dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa, 30 Desember 2025.

Faisal menjelaskan, melalui Special Report tersebut, AOCC bersama Angkasa Pura dan AirNav Indonesia dapat segera mengambil langkah antisipasi dan mitigasi guna menjaga keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan.

Untuk mendukung akurasi data, BMKG telah menempatkan Automatic Weather Observing System (AWOS) Kategori 3 di setiap landas pacu Bandara Soekarno-Hatta. Data dari peralatan tersebut diolah dan disampaikan dalam bentuk informasi penerbangan lengkap (METAR) yang mencakup kondisi cuaca di bandara asal, bandara tujuan, hingga sepanjang rute penerbangan.

“Informasi ini menjadi dasar penting bagi pilot, AirNav, dan maskapai untuk menentukan keputusan go or no go dalam setiap penerbangan,” jelas Faisal.

Selain aspek keselamatan penerbangan, Kepala BMKG juga menyoroti kesiapan antisipasi cuaca ekstrem di wilayah DKI Jakarta, khususnya menjelang malam pergantian tahun. Dalam hal ini, BMKG terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta guna mendukung pengambilan keputusan berbasis informasi cuaca dan iklim yang akurat.

Rangkaian kunjungan dilanjutkan dengan pemeriksaan peralatan operasional utama di Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta. Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan seluruh instrumen berfungsi optimal dalam menyediakan data dan informasi cuaca yang akurat, andal, dan berkesinambungan.

Dalam arahannya, Faisal menegaskan bahwa peran BMKG tidak hanya terbatas pada penyampaian informasi cuaca dan peringatan dini, tetapi juga sebagai institusi pendukung pembangunan lintas sektor di Indonesia.

“Tugas utama BMKG bukan hanya info cuaca, peringatan dini cuaca ekstrem, dan  peringatan dini gempa tsunami, tetapi juga mendukung pembangunan semua sektor di Indonesia,” ujar Faisal.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI