Identitas Jenazah di Perairan Pulau Serai Terungkap, Korban Kapal Wisata yang Tenggelam di Labuan Bajo

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 30 Desember 2025 | 07:02 WIB
Ilustrasi korban tenggelam (SinPo.id/ Pixabay)
Ilustrasi korban tenggelam (SinPo.id/ Pixabay)

SinPo.id -  Kapolres Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), AKBP Christian Kadang memastikan jenazah yang ditemukan di Perairan Pulau Serai merupakan salah satu korban kapal wisata KM Putri Sakinah yang tenggelam di Perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, pada Jumat 26 Desember 2025 malam.

“Kurang dari 24 jam, kami berhasil mengungkap identitas jenazah yang ditemukan nelayan di Perairan Pulau Serai,” ujar AKBP Christian Kadang kepada wartawan di Labuan Bajo, Senin 29 Desember 2025.

Pengungkapan identitas tersebut dilakukan melalui proses Disaster Victim Identification (DVI) oleh tim Dokkes dan Inafis Polres Manggarai Barat. Dari hasil pencocokan data antemortem, ditemukan kecocokan data sekunder berupa warna rambut, perhiasan seperti anting, kalung, gelang bertuliskan bahasa Spanyol, serta ciri-ciri khusus lainnya.

Selain itu, identifikasi juga diperkuat dengan pencocokan data primer, termasuk sidik jari korban. Data tersebut kemudian disandingkan dengan database Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta untuk memastikan identitas jenazah.

“Kami juga mencocokkan data sidik jari yang ada di database Kedutaan Besar Spanyol untuk memastikan identitas korban,” jelas Kapolres.

Pihak keluarga korban pun telah dihubungi dan melakukan pengecekan fisik. Hasilnya, keluarga memastikan bahwa jenazah tersebut merupakan anggota keluarganya yang dilaporkan hilang dalam insiden kapal wisata tersebut.

Berdasarkan data operasi pencarian dan pertolongan (SAR), jenazah tersebut merupakan salah satu korban yang hanyut setelah KM Putri Sakinah tenggelam dan terbawa arus hingga Perairan Pulau Serai. Saat ini, jenazah korban dititipkan di RSUD Pratama Komodo, Labuan Bajo, sambil menunggu petunjuk lebih lanjut dari pihak keluarga dan Kedutaan Besar Spanyol.

Hingga hari keempat operasi SAR, total tujuh orang berhasil diselamatkan dari 11 penumpang kapal. Dengan ditemukannya satu korban meninggal dunia, jumlah korban yang masih dalam pencarian tersisa tiga orang.

Kepala Sub Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Asfan Dulhasan, mengatakan jenazah ditemukan pada Senin pagi sekitar pukul 06.05 WITA setelah adanya laporan dari masyarakat setempat. Korban diketahui berjenis kelamin perempuan berusia 12 tahun dan merupakan warga negara asing asal Spanyol.

Korban diketahui bagian dari satu keluarga wisatawan asal Spanyol. Tiga korban yang masih hilang yakni pelatih sepak bola wanita Valencia CF, Martin Carreras, serta dua anak laki-lakinya. Sementara itu, istri korban dan satu anak perempuan lainnya selamat dalam insiden tersebut.

Tim SAR gabungan kini membentuk dua tim pencarian, yakni tim darat yang menyisir pesisir Pulau Padar dan tim laut yang melakukan penyelaman serta penyisiran perairan sekitar lokasi kejadian hingga Pulau Serai. Perubahan arus laut yang terjadi setiap enam jam menjadi tantangan utama dalam proses pencarian.

Sementara itu, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo menutup sementara aktivitas pelayaran kapal wisata menuju Pulau Padar dan Pulau Komodo di kawasan Taman Nasional Komodo. Penutupan dilakukan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem serta mempermudah proses pencarian korban.

KM Putri Sakinah diketahui merupakan kapal semi pinisi berbahan kayu ulin yang mengangkut 11 orang penumpang, terdiri dari enam wisatawan asal Spanyol, satu pemandu wisata, serta empat anak buah kapal termasuk nakhoda. Dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah gelombang alun tinggi akibat anomali cuaca yang dipengaruhi Siklon Tropis 96S.

Operasi SAR gabungan masih terus dilanjutkan hingga seluruh korban berhasil ditemukan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI