Pratikno: 1.050 Huntara Sudah Dibangun, Sekolah Ditargetkan Beroperasi 5 Januari

Laporan: Tio Pirnando
Senin, 29 Desember 2025 | 17:39 WIB
Menko PMK Pratikno (SinPo.id/Tangkapan layar)
Menko PMK Pratikno (SinPo.id/Tangkapan layar)

SinPo.id - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengungkapkan, sebanyak 1.050 unit hunian sementara (Huntara) sudah dibangun untuk korban bencana di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Rinciannya, 450 unit dibangun BNPB, dan 600 unit dibangun Danantara bersama BUMN.

"Per 28 Desember, Huntara di tiga provinsi sudah mulai dibangun dan sebagian sudah selesai, yaitu sebanyak total proses pembangunan dan sebagian sudah selesai, itu totalnya 1.050 unit hunian," kata Pratikno dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin, 29 Desember 2025.

Menurut Pratikno, separuh wilayah  terdampak bencana, kini sudah masuk fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Di Aceh, ada tujuh kabupaten/kota masuk fase transisi, sebelas kabupaten/kota memperpanjang masa tanggap darurat.

Berikutnya di Sumatra Utara, delapan kabupaten/kota masuk fase transisi, delapan lainnya masih tanggap darurat. Sedangkan di Sumatra Barat, ada 10 kabupaten/kota masuk fase transisi, dan tiga lainnya masih tanggap darurat.

"Perpanjangan status tanggap darurat ini dimaksudkan agar daerah benar-benar siap sebelum masuk ke fase rehabilitasi dan rekonstruksi," ujarnya.

Dalam rangka mendukung pemulihan layanan dasar, pemerintah terus menambah pengiriman genset, mobil air, truk tangki, sumur siap pakai, toilet darurat, serta peralatan pendukung lainnya. Jaringan komunikasi telah pulih di 14 kabupaten/kota, dan wilayah yang belum pulih diperkuat dengan 280 unit Starlink.

Lebih lanjut, Pratikno melaporkan, terdapat 3.700 sekolah terdampak bencana, 3.100 di antaranya mengalami kerusakan berat. Dan, 587 sekolah masih dalam proses pembersihan. Pemerintah menargetkan kegiatan belajar mengajar di Aceh, Sumut, serta Sumbar, kembali dimulai pada 5 Januari 2026.

Untuk sektor ekonomi, sebanyak 112 pasar tradisional yang terdampak di Aceh, 18 sudah sepenuhnya beroperasi. Di Sumut, 46 dari 47 pasar terdampak, sudah beroperasi. Lalu di Sumbar, 3 pasar terdampak, kini 2 pasar di antaranya sudah mulai beroperasi dan ada satu dalam proses percepatan pemulihan.

"Pemerintah akan terus mempercepat kembali aktifnya pasar-pasar tradisional ini melalui penataan infrastruktur, pembersihan, dan juga dukungan keterlibatan dari KL-KL yang terkait," tandasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI