Home /

Pimpinan MPR Kecam Manuver Israel Akui Somaliland Sebagai Negara

Laporan: Galuh Ratnatika
Senin, 29 Desember 2025 | 14:54 WIB
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW). (SinPo.id/Antara)
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW). (SinPo.id/Antara)

SinPo.id - Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), mengecam manuver Israel yang mengakui Somaliland sebagai negara. Adapun Somaliland sendiri merupakan wilayah Republik Somalia yang saat ini dikuasai kelompok separatis.

Menurutnya, manuver Israel tersebut penting diwaspadai, karena merupakan upaya pengalihan perhatian dunia untuk melanjutkan kejahatan kemanusiaannya terhadap rakyat Palestina. 

Israel juga dinilai menggunakan politik divide et impera model lama, untuk memecah belah negara berdaulat agar memudahkan Israel memuluskan muslihatnya guna memperluas penjajahan dari wilayah Palestina ke negara lain yang tercakup dalam klaim Israel Raya. 

"Dengan manuver ini, Israel berhasil mengalihkan perhatian dunia dari nestapa Gaza akibat pelanggaran perjanjian damai yang terus dilakukan," kata HNW, dalam keterangan persnya, Senin, 29 Desember 2025.

"Dunia sibuk menolak pengakuan Israel atas Somaliland, sementara pada saat yang beriringan pasukan Israel kembali melanggar gencatan senjata dengan melancarkan serangan militer besar-besaran ke Tepi Barat,” imbuhnya.

Selain itu, situasi tersebut dinikai semakin berbahaya dengan adanya rencana Israel menjadikan Somaliland sebagai tujuan relokasi dalam skenario pengusiran massal warga Gaza keluar dari Palestina, agar Gaza sepenuhnya berada di bawah kuasa penjajah Israel. 

“Sudah seharusnya manuver berbahaya ini ditolak oleh seluruh pihak yang menginginkan perdamaian di Timur Tengah, termasuk 156 negara yang telah mengakui Palestina sebagai negara merdeka dengan Gaza sebagai bagian wilayahnya," ungkapnya.

"Serta seluruh negara anggota Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang dalam KTT telah memutuskan menolak segala bentuk pengusiran atau relokasi warga Gaza keluar dari Palestina dengan dalih apa pun,” kata HNW menambahkan.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta pemerintah Indonesia untuk secara terbuka menolak manuver tersebut. Karena meski saat ini Israel menjadi satu-satunya negara yang mengakui Somaliland, namun penolakan atas pengakuan itu telah disampaikan secara luas oleh banyak negara.

Adapun negara-negara yang telah menyatakan penolakannya yakni, China, Uni Eropa, Uni Afrika beserta negara-negara anggotanya, Liga Arab, OKI, Parlemen Liga Arab, serta Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang merupakan sekutu terdekat Israel.

“Semua pihak tersebut menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah Republik Somalia. Inilah momentum agar Dewan Keamanan PBB segera digelar untuk menyepakati keputusan menolak pengajuan Israel atas Somaliland tanpa adanya veto dari Amerika Serikat," tuturnya.

TAG:
BERITALAINNYA
BERITATERKINI