Jika RDMP Berpotensi Penuhi, Bahlil Segera Setop Impor Solar pada 2026

Laporan: Tio Pirnando
Senin, 29 Desember 2025 | 10:03 WIB
Ilustrasi. SPBU. (SinPo.id/Ashar)
Ilustrasi. SPBU. (SinPo.id/Ashar)

SinPo.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan, pemerintah berencana untuk hentikan impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar pada tahun 2026.

Pasalnya, jika Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, sudah beroperasi penuh, maka akan mampu memasok kebutuhan solar dalam negeri. 

"Solar pada 2026, kalau RDMP Balikpapan sudah jadi, itu surplus sekitar 3-4 juta KL (kiloliter). Agenda kami pada tahun 2026 itu  tidak ada impor solar lagi," kata Bahlil, Senin, 29 Desember 2025. 

Bahlil menerangkan, kebijakan ini akan diserahkan kembali kepada Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri. Apabila Pertamina sanggup menghentikan impor solar pada Maret 2026, maka dua bulan sebelumnya secara perlahan pemerintah bakal memangkas impor solar.

Namun bila belum siap, tentu tetap dilakukan impor sementara agar ketersediaan energi nasional tak terganggu.

"Tapi kalau katakanlah Januari, Februari pun tidak perlu impor, tidak usah, untuk apa impor? Tapi kalau kebutuhan memang harus katakanlah kalau kita belum siap, ya kita (impor) daripada tidak ada," katanya.

Lebih lanjut, Bahlil menegaskan, pemerintah akan memaksimalkan peningkatan kualitas produk solar yang dihasilkan guna memenuhi standar  kendaraan. 

"Upayanya akan ke sana. Terus kita lakukan yang terbaik," tandasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI