Stok Darah Terbatas, Rano Soroti Ketimpangan Layanan Kesehatan Jakarta
SinPo.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyoroti ketimpangan antara besarnya kebutuhan layanan kesehatan di Jakarta dan keterbatasan pasokan darah yang tersedia.
Dia menyebut kemampuan Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta saat ini belum sebanding dengan jumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan di ibu kota.
“Rumah sakit di Jakarta ada 190, RSUD ada 20, puskesmas lebih dari 40. Tetapi kemampuan PMI DKI Jakarta melakukan donor darah setiap hari tidak lebih dari 1.200 kantong,” kata Rano, Minggu, 28 Desember 2025.
Menurut Rano, dengan jumlah penduduk Jakarta yang mendekati 11 juta jiwa, kebutuhan darah tergolong sangat tinggi dan bersifat krusial bagi keberlangsungan pelayanan medis. Dia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat.
“Kebutuhan darah di Jakarta ini luar biasa banyaknya. Sementara kemampuan pengolahannya masih terbatas,” ujar Rano yang juga menjabat sebagai Dewan Penasihat PMI DKI Jakarta.
Kendati demikian, Rano mengapresiasi pelaksanaan kegiatan donor darah yang digelar serentak di lima wilayah kota dan kabupaten administrasi Jakarta.
Menurut dia, program tersebut diselenggarakan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) bersama PMI DKI Jakarta serta sejumlah mitra.
Rano juga menilai keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan donor darah mencerminkan semangat solidaritas sosial yang masih kuat di Jakarta.
“Ini menunjukkan gotong royong masih hidup dan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Jakarta,” imbuhnya.
Rano pun berharap kegiatan serupa dapat digelar secara berkelanjutan sebagai upaya memperkuat cadangan darah dan menopang layanan kesehatan di ibu kota.
